Solopeduli
Sabtu, 03 Oktober 2026 15:03 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Lembaga Amil Zakat (LAZ) SOLOPEDULI resmi mengawali Program Bebas Buta Al-Qur’an 2026 dengan menyelenggarakan pelatihan bagi takmir masjid dan guru ngaji se-Kota Surakarta di Masjid Bersejarah Laweyan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Milad ke-27 SOLOPEDULI ini mengusung tajuk “27.000 Al-Qur’an untuk Masjid di Jawa Tengah.” Kick-off program ini berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta dan ditargetkan akan menjangkau 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah secara bertahap.
Sebanyak 100 peserta perwakilan dari lima kecamatan di Surakarta—Banjarsari, Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan—hadir mengikuti pembekalan. Pada tahap awal ini, SOLOPEDULI menyalurkan 500 eksemplar Al-Qur’an wakaf dari para donatur, terdiri atas 300 eksemplar ukuran A5 dan 200 eksemplar ukuran A4 untuk lansia, beserta sarana pendukung pembelajaran.
CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori, S.Sos.I., menegaskan bahwa program ini tidak sebatas pembagian mushaf, melainkan berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas pengajar.
"Program ini kami awali dari Kota Surakarta dengan harapan bukan hanya menyalurkan wakaf Al-Qur’an, tetapi juga membagikan ilmu kepada Bapak dan Ibu yang nantinya dapat ditularkan kembali kepada jamaah dan masyarakat di wilayah masing-masing," ujar Sidik.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi “Cara Mudah dan Cepat Mengajarkan Al-Qur’an” menggunakan metode Dzakira dari Zahrawain Indonesia yang disampaikan oleh Ustaz Rudy Hartanto, S.Pd.I., M.Pd.
Dipusatkan di Masjid Bersejarah Laweyan
Pemilihan Masjid Laweyan sebagai lokasi pembuka memiliki makna historis tersendiri. Takmir Masjid Laweyan, Ustaz Ipmawan Muhammad Iqbal, mengapresiasi penunjukkan tempat tersebut mengingat peran pentingnya dalam sejarah syiar Islam.
"Dahulu lokasi ini merupakan pusat dakwah yang berkaitan erat dengan Ki Ageng Henis, tokoh ulama penyebar agama Islam di wilayah Laweyan sekaligus leluhur raja-raja Wangsa Mataram. Makam beliau berada di dekat masjid ini, sehingga lokasi ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat," terang Ipmawan.
Apresiasi juga datang dari para peserta, salah satunya Vika Veprika Rismawati, pengajar TPQ Masjid MTA Cabang Laweyan.
"Alhamdulillah, selain bisa bersilaturahmi, kami mendapatkan ilmu baru dari metode pembelajaran yang disampaikan Ustaz Rudy. Insyaallah metode ini akan kami terapkan di TPQ kami agar pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih mudah dan menarik bagi para santri," tuturnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan mushaf dan mockup Al-Qur’an secara simbolis oleh Sidik Anshori bersama perwakilan Kemenag Kota Surakarta, Sulaeman, kepada Takmir Masjid Laweyan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Melalui program berkelanjutan ini, SOLOPEDULI berharap ketersediaan Al-Qur'an dan peningkatan kualitas para pengajar dapat terus berjalan beriringan di seluruh pelosok Jawa Tengah.
Bagikan