Indonesia
Kamis, 22 Oktober 2026 18:55 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Perkumpulan Solo Documentary (SODOC) kembali menggelar SODOC Film Festival ke-6 pada 23–25 Oktober 2026 di HOOK Omah Sinten Ngarsopuro, Surakarta.
Mengusung tema "FASE", festival film dokumenter yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi sinematik, tetapi juga menggalang donasi untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia melalui sebagian hasil penjualan tiket penonton.
Tema "FASE" dipilih untuk menggambarkan dinamika perubahan serta masa peralihan dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui medium film dokumenter, festival ini ingin menghadirkan ruang belajar, menumbuhkan empati, sekaligus mengajak publik menyikapi berbagai isu ekonomi, sosial, budaya, dan politik secara lebih kritis.
Gelaran tahunan ini dijadwalkan bakal dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Wali Kota Surakarta, Ketua DPRD Surakarta, serta Ketua Badan Perfilman Indonesia.
Penyelenggara mencatat sebanyak 64 karya film dari berbagai daerah masuk dalam meja kurasi sejak pembukaan pendaftaran Maret lalu, hingga akhirnya terpilih 15 film terbaik yang siap diputar di panggung festival.
Uniknya, SODOC mengangkat nama-nama kuliner khas Solo untuk program pemutaran filmnya yang bertajuk Pawon. Kategori kompetisi terbagi menjadi Layar Liwet untuk pelajar SMA/SMK dan Layar Selat untuk tingkat mahasiswa.
Sementara untuk kategori ekshibisi menghadirkan Layar Tengkleng yang memuat isu-isu kawasan Solo Raya, Layar Brambang Asem untuk tema umum lintas wilayah, serta Layar Dhayoh khusus film tamu bereputasi nasional dan internasional.
Selain pemutaran film, SODOC Film Festival 2026 juga menghadirkan rangkaian program non-pemutaran bertajuk Pasemon. Program ini meliputi diskusi publik isu berkembang (Forum Yang Paripurna), berbagi pengalaman teknis pembuatan film bersama juri (Jagongan), panggung pertunjukan seni (Kumandhang), pameran fotografi (Ramai Ati), serta malam penganugerahan bagi para pemenang (Pungkas Bebungah). Tiket penonton dijual mulai dari harga Rp10.000.
Bagikan