Sinergi Sekolah dan Orang Tua Kunci Anak Hebat

Sabtu, 18 Juli 2026 20:09 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001915667.jpg
Sri Sayekti Kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung. Lembaga pendidikan merupakan wadah bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi manusia yang bertakwa, jujur, peduli, kreatif, dan siap memimpin masa depan.

Hal tersebut disampaikannya dalam sosialisasi program sekolah tahun ajaran 2026/2027 bertajuk Growing Together, Achieving Excellence di Jalan Kartini No 1 Ketelan Barat Pura Mangkunegaran, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini dihadiri wali murid baru, murid pindahan, Pengawas Gugus II RA Kartini Issufiyah Dwi Nuryati, serta Pimpinan Majelis Pendidikan Daerah Muhammadiyah Solo Harminto.

Sri Sayekti mengajak seluruh orang tua untuk menjadi mitra terbaik sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi luar biasa sebagai amanah dari Allah. Tugas pendidik dan orang tua adalah membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, bukan membandingkannya dengan anak lain.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1935 ini mengunggulkan program sekolah model, pembelajaran mendalam (deep learning), kantin sehat, AI dan coding, literasi digital, serta penguatan karakter Muhammadiyah. Standar kompetensi kelulusan yang ditargetkan meliputi hafalan Juz 30, akhlakul karimah, tertib beribadah, mandiri, menguasai teknologi, hingga kemampuan bahasa Inggris dasar.

Sementara itu, untuk kriteria kelulusan, siswa wajib menyelesaikan seluruh program pembelajaran termasuk Ismuba (sholat dan mengaji), memiliki deskripsi sikap minimal baik, mengikuti penilaian sumatif akhir jenjang (PSAJ), serta mencapai nilai rata-rata minimal sekolah sebesar 80,00.

Pentingnya sinergi ini diperkuat oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, dalam sesi kultum di acara yang sama. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan semua pihak melalui konsep Catur Pusat Pendidikan, yang meliputi keluarga, sekolah, masyarakat, dan media.

Keluarga berperan sebagai tempat pendidikan pertama melalui keteladanan, sekolah sebagai ruang penguatan ilmu, masyarakat memberikan dukungan sosial, dan media diarahkan menjadi sarana edukasi yang mencerahkan. Ustaz Dwi Jatmiko juga mengajak murid dan orang tua membiasaan gerakan One Day One Ayat atau membaca AlQuran setelah salat Magrib untuk membangun karakter religius yang istiqamah sejak dini.