Sertifikasi Dunia di Jalur Budaya: MN Run 2026 Naik Level Internasional

Senin, 04 Mei 2026 13:28 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001635605.jpg
Mangkunegara X saat memberi selamat pada pelari peserta Mangkunegaran Run 2026 (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Perhelatan Mangkunegaran Run 2026 sukses digelar pada Minggu (3/5) dengan rute yang memadukan jejak sejarah dan kekayaan budaya Kota Solo. Sebanyak 7.750 pelari dari seluruh Indonesia dan 22 mancanegara ikut serta dalam ajang lari yang menjadi rangkaian peringatan Adeging 269 Mangkunegaran tersebut.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, yang hadir langsung memberikan bendera start, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar ajang lari biasa. 

Menurutnya, Mangkunegaran Run merupakan sebuah perayaan yang memungkinkan masyarakat merasakan langsung energi dan budaya Kota Solo melalui ruang kebersamaan yang terbuka bagi siapa saja.

Sepanjang lintasan, para pelari disuguhi pengalaman unik dengan keberadaan 50 titik tematik Nusantara. Titik-titik penyemangat atau cheering point ini melibatkan siswa sekolah hingga seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Mereka menampilkan berbagai tarian dan musik tradisional, termasuk sajian gamelan lengkap dengan sinden dari pelajar SMA Muhammadiyah 2 Solo untuk memotivasi para peserta.

Nuansa pesta kostum juga terasa kental dalam gelaran kali ini. Berbagai tokoh unik muncul di sepanjang rute, mulai dari Gatotkaca, Buto, hingga karakter populer seperti Spiderman berkostum Hulk. 

Salah satu peserta lari kategori 21K, Moniq, mengaku sangat terkesan karena setiap beberapa meter selalu menemukan hiburan menarik, bahkan ia sempat ikut menari Lembu Sura bersama para penampil di jalan.

Selain elemen budaya, Mangkunegaran Run 2026 juga menunjukkan kualitas teknisnya dengan rute yang telah tersertifikasi standar internasional oleh World Athletics. Garis start dimulai dari Stadion Manahan, yang secara historis merupakan pusat olahraga berkuda Mangkunegaran, dan berakhir di kawasan Ngarsopuro tepat di depan gerbang Pura Mangkunegaran. 

Di garis finish, panitia yang mengenakan pakaian adat Jawa menyambut para finisher dengan taburan bunga dan pengalungan medali.

Event tahunan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Pura Mangkunegaran dengan berbagai mitra strategis. Kehadiran ribuan pelari ini tidak hanya memperkuat posisi Solo sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism, tetapi juga menghidupkan kembali narasi sejarah kota melalui aktivitas modern yang inklusif.