Seni dan Psikologi: Kolaborasi Esa Unggul dan ISI Solo

Selasa, 03 Februari 2026 13:08 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001317580.jpg
Kolaborasi Universitas Esa Unggul dengan ISI Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Esa Unggul dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta (ISI Solo) memperkuat sinergi lintas disiplin ilmu melalui pertemuan tindak lanjut nota kesepahaman yang digelar di Ruang Rapat II Rektorat Kampus Kentingan, Solo, Senin (2/2/2026). 

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar pertukaran dosen dan mahasiswa, tetapi juga fokus pada penggabungan seni dan psikologi untuk solusi kesehatan mental masyarakat.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi, termasuk Dekan Fakultas Psikologi Esa Unggul, Tika P. Bisono, dan Wakil Rektor I Bidang Akademik ISI Solo, Dr. Drs. H. Muhammad Arif Jati Purnomo, M. Sn.

Hilirisasi IKU 5: Seni untuk Pengabdian Masyarakat

Kerja sama ini ditekankan untuk mendongkrak Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 yang berfokus pada hilirisasi hasil karya dosen agar memiliki rekognisi internasional dan dampak nyata bagi publik.

Direktur Pascasarjana ISI Solo, Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A., menjelaskan bahwa ISI Solo ingin membuktikan bahwa epistemologi lokal mampu menjawab persoalan modern, termasuk isu ekologi dan kesehatan mental.

"Kami telah menghasilkan doktor-doktor yang fokus pada penggabungan seni dengan psikologi, seperti terapi penyembuhan melalui Tembang dan Beksan Jawa, hingga riset DKV untuk membantu pengobatan skizofrenia. Seni memiliki peran besar menangani depresi dan kesehatan mental," ungkap sosok yang akrab disapa Eko Pece tersebut.

Art Therapy dan Usulan Laboratorium Terapi

Dekan Fakultas Psikologi Esa Unggul, Tika P. Bisono, menyoroti pentingnya pengakuan profesi seni di mata masyarakat. Menurutnya, seni bukan sekadar ekspresi penderitaan, melainkan medium hubungan interpersonal yang kuat.

"Art therapy perlu dikembangkan untuk keperluan psikoterapi dan penyandang difabel. Melalui alat sederhana seperti kertas dan pensil warna, emosi dapat terekspresikan. Kami merekomendasikan pembentukan Lab Terapi sebagai hasil nyata kolaborasi ini," ujar Tika.

Prodi Baru Bisnis Musik dan Implementasi Kurikulum

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI Solo, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., menambahkan bahwa kolaborasi ini juga menyentuh aspek akademik melalui pembukaan Program Studi S1 Bisnis Musik yang mulai menerima mahasiswa baru tahun 2026.

"Prodi Bisnis Musik dibentuk untuk memperkuat ekosistem musik Nusantara melalui jalur pendidikan manajemen. Sarjananya diproyeksikan menjadi manajer artis hingga manajer produksi musik," jelas Zulkarnain.

Ia juga menawarkan agar ilmu psikologi masuk ke dalam kurikulum sebagai mata kuliah alternatif atau melalui kuliah umum guna memperkaya perspektif mahasiswa seni.

Bukan Sekadar Kerja Sama di Atas Kertas

Salah satu rencana aksi nyata yang dibahas adalah program pengabdian di Maluku Utara selama empat tahun. Program ini akan melibatkan mahasiswa S1 melalui KKN serta pendampingan riset dari jenjang S2 dan S3. Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi Esa Unggul dan ISI Solo diarahkan pada perubahan paradigma seni; dari sekadar dinikmati di lingkungan internal menjadi manfaat konkret bagi publik nasional.