Investasi
Selasa, 02 Juni 2026 16:43 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Emas putih adalah suatu logam yang diproduksi dari campuran emas murni dengan berbagai logam putih, seperti perak, nickel, seng, atau palladium. Campuran-campuran inilah yang menyebabkan warna emas jadi berubah menjadi putih keabu-abuan.
Jangan khawatir, emas putih tetaplah emas asli walau kadar emasnya pasti akan lebih rendah daripada emas murni. Kadar emas yang terdapat dalam emas putih ditentukan oleh karatnya.
Contoh, emas putih 18K, itu artinya ada sekitar 75% emas murni dan 25% logam campuran. Sedangkan emas putih 14K artinya 58% emas murni dan sisanya terbuat dari logam lain.
BACA JUGA: Pilih Beli Emas Saat Naik atau Turun? Begini Cara Cerdas Investasi Emas
Meski begitu, adanya campuran ini tidak akan membuat nilai emas putih jadi turun. Sebaliknya, campuran akan membuat emas jadi lebih tahan lama, terlihat bersih, modern, dan elegan.
Sebelum kamu membeli emas putih untuk aset atau investasi, kamu perlu berhati-hati dan melakukan riset secara cermat dengan mengetahui kelebihan dan kelemahannya berikut ini.
BACA JUGA: Penting! Pahami 7 Prinsip Dasar Ini Agar Tidak Rugi Investasi
Seperti yang dilansir dari Pegadaian, emas putih tak hanya digunakan sebagai instrumen investasi, tapi juga bisa digunakan untuk perhiasan.
Warna emas putih lebih netral dan lembut sehingga tidak terkesan mencolok. Jadi, emas putih saat dikenakan akan menimbulkan kesan yang rapi dan elegan.
BACA JUGA: Jangan Taruh Semua Uang di Satu Aset, Pahami Konsep Portofolio
Harga emas putih sebenarnya dipengaruhi oleh proses pembuatannya. Hal ini karena emas putih harus dicampur dengan berbagai jenis logam tambahan. Proses inilah yang membuat biaya produksinya akan jadi lebih tinggi daripada emas kuning.
Meski emas kuning dikenal mempunyai nilai stabil untuk jangka panjang, emas putih termasuk aset yang nilainya cukup terjaga, jadi tetap cocok untuk aset penyimpan nilai.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proses pembuatan emas putih melibatkan percampuran antara emas murni dengan berbagai logam lainnya.
Campuran ini bisa mencapai sekitar seperempat dari total bahan. Hal itu harus dilakukan untuk meningkatkan daya tahan emas putih dan kekuatan dari perhiasan, meski konsekuensinya kadar emas murni jadi lebih rendah.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Turun 4 Hari Berturut-turut, Apa Dampaknya?
Emas putih terlihat elegan dan estetik. Jika dibuat sebagai perhiasan, akan terlihat modern dan lebih mudah untuk dipadukan dengan berbagai busana.
Selain itu, semakin tinggi kadar karatnya, biasanya kualitas bahan dan tampilan perhiasan akan semakin baik, jadi nilainya akan ikut meningkat.
Emas putih yang dijual dalam bentuk perhiasan biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal daripada emas kuning biasanya.
Harganya yang lebih mahal ini disebabkan karena bahan dasar dan tambahan batu permata lainnya seperti berlian atau ada desain yang pengerjaannya jadi lebih rumit.
Emas putih bisa menimbulkan reaksi pada kondisi kulit tertentu, apalagi buat kamu yang memiliki kulit sensitif. Hal ini bisa jadi karena kulit kontak langsung dengan perhiasan emas putih yang terbuat dari campuran berbagai jenis logam.
Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin membeli emas putih, sebaiknya beli di toko terpercaya dan jelas bahan pembuatannya.
BACA JUGA: Ternyata Ini Alasan Emas Malah Naik Saat Perang Menuju Damai
Meski emas putih tetap tergolong emas asli, sebetulnya emas putih bukan lagi termasuk dalam kategori emas murni karena emas putih sudah dicampur dengan logam lain.
Seiring berjalannya waktu, lapisan luar emas putih juga bisa memudar sehingga tampilannya tak akan sebagus dan seterang saat masih baru.
Itu tadi beberapa kelebihan dan kelemahan beli emas putih untuk investasi atau digunakan sehari-hari sebagai perhiasan. Tertarik beli?
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 02 Jun 2026
Bagikan