SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Kecerdasan Artifisial

Jumat, 27 Maret 2026 08:40 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001220390.jpg
SD Muhammadiyah 1 Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta resmi ditetapkan sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Nomor 010 Tahun 2026 yang dirilis pada Jumat (27/3).

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menyatakan bahwa capaian ini merupakan kado membanggakan bagi seluruh warga sekolah dan keluarga besar Muhammadiyah Solo. Sekolah yang berlokasi di barat Pura Mangkunegaran ini dinilai siap menjadi pionir pendidikan berbasis teknologi masa depan.

"Alhamdulillah, penetapan ini memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkeunggulan, dan berkemajuan di era digital," ujar Sri Sayekti di sela agenda supervisi pembinaan dinas.

Transformasi Kurikulum Berbasis Koding

Sebagai sekolah model, SD Muhammadiyah 1 Solo mengemban mandat untuk mengintegrasikan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) ke dalam kurikulum. Langkah ini mencakup pembentukan tim kerja khusus, pengelolaan lingkungan belajar yang inklusif, hingga pelaksanaan asesmen berbasis PM dan KKA.

Selain itu, sekolah diwajibkan menjalin kemitraan dengan orang tua serta dunia kerja guna memastikan pembelajaran tetap kontekstual. Dokumentasi "praktik baik" juga akan dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi transformasi pendidikan nasional.

Pionir Digital di Surakarta

Sri Sayekti menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dorongan pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif. Di wilayah Surakarta, terdapat beberapa sekolah lain yang juga ditetapkan sebagai model serupa, di antaranya:
* SD Muhammadiyah 2 Kauman
* SD Muhammadiyah PK Kotta Barat
* SD Kristen Manahan
* SD IT Nur Hidayah
* SDN Nayu Barat 1 Kota Surakarta

"Kami berharap melalui diskusi dan kolaborasi antar-kelompok kerja pendidik, transformasi pendidikan inovatif ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh siswa di Surakarta," pungkasnya.