SD Muh 1 Solo Gelar One Day Ramadan Berkemajuan

Senin, 09 Maret 2026 21:53 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001443191.jpg
One day ramadhan berkemajuan SD Muhammadiyah 1 Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Atmosfer Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 1 Ketelan Surakarta berubah drastis layaknya pondok pesantren pada Senin (9/3/2026). Sekolah yang berdiri sejak 1935 ini menyelenggarakan program keagamaan One Day Ramadan 1447 Hijriyah sebagai langkah strategis penguatan budaya religius dan karakter siswa.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan bahwa sebagai pelopor sekolah karakter, Ramadan merupakan wasilah atau perantara penting untuk melakukan pengkaderan berkemajuan. Tujuannya adalah mencetak generasi yang kuat secara akademik namun memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni.

Momentum Upgrade Diri

Sri Sayekti menekankan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan pembenahan kualitas diri.

"Warga sekolah diharapkan keluar dari bulan Ramadan dengan rasa cinta yang lebih besar kepada Allah, Rasul, Al-Qur'an, orang tua, guru, sesama, hingga cinta tanah air. Muaranya adalah terbentuknya pribadi yang disiplin, empati, dan bermental pemenang. Itulah mengapa kami menggelar One Day Ramadan Berkemajuan ini," ujar Sri Sayekti.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan rangkaian ibadah yang padat namun bermakna. Siswa mengawali hari dengan salat Duha berjemaah, tadarus Al-Qur'an, praktik salat dengan bacaan keras (Jahar), hingga setoran hafalan surat pendek yang dipantau melalui kartu mutaba'ah.

Kolaborasi dan Kemandirian

Keseruan kegiatan semakin terasa saat memasuki waktu berbuka puasa. Sebanyak 800 paket takjil dan snack hasil kolaborasi sekolah dengan Kantor Layanan (KL) Lazismu Solo dibagikan kepada para siswa. Program ini juga melatih karakter mandiri anak didik melalui pemantauan berkala dari wali kelas dan guru mata pelajaran.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan salat Tarawih berjemaah sebanyak 11 rakaat. Menariknya, salat dipimpin langsung oleh dai bersertifikasi standar MUI Pusat, Al-Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dengan formasi empat-empat-tiga yang khidmat hingga pukul 20.15 WIB.

Ramadan sebagai Bulan Tarbiyah

Sri Sayekti berharap nilai-nilai yang dipelajari selama pesantren Ramadan ini tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

"Ramadan adalah bulan tarbiyah (pendidikan) dan bulan ramah anak. Kami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar banyak hal, mulai dari disiplin ibadah hingga kepedulian sosial, agar karakter baik ini terus terjaga dan berkembang," pungkasnya.