Petani
Rabu, 10 Juni 2026 15:54 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Sukoharjo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan di bawah kepemimpinan Nikolaus Roni. Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Suryani, Sukoharjo, pada Rabu (9/6) tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Tani Merdeka Don Muzakir.
Acara ini turut disaksikan oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono, Ketua DPD Partai Gerindra Titik Suprapti, jajaran pejabat, tokoh masyarakat, serta ratusan petani yang tergabung dalam organisasi Tani Merdeka.
Ketua DPD Tani Merdeka Sukoharjo, Nikolaus Roni, menyatakan kesiapannya untuk memajukan para petani di Sukoharjo dengan mengusung semangat kompak, bergerak, dan berdampak. Menurutnya, fokus utama kepengurusan ke depan adalah program ketahanan pangan melalui metode integrated farming (pertanian terpadu).
"Target program kami untuk Sukoharjo adalah sosialisasi dan edukasi integrated farming hingga tingkat RW. Saat ini sudah ada 19 demplot pertanian terpadu yang dipersiapkan," ujar Roni.
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengingatkan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan cukup besar, terutama dalam mendukung program pemerintah di tengah musim kemarau. Masalah irigasi dan ketersediaan air menjadi hal krusial yang harus diperhatikan agar hasil panen tetap terjaga.
"Saat ini Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka adalah Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Karena itu, silakan manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap akses bantuan pusat. Saya juga menitipkan Mas Roni agar kepengurusan di Sukoharjo bisa membuat petani semakin kuat," kata Wawan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Tani Merdeka, Don Muzakir, mengungkapkan bahwa organisasi ini telah terbentuk secara merata di Indonesia, dengan basis kepengurusan terbesar berada di Jawa Tengah yang kini memiliki 7.605 posko di tingkat desa. Ia mengenang bahwa Tani Merdeka pertama kali didirikan di Jawa Tengah dari aspirasi para petani yang ingin mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden.
Don Muzakir menegaskan pentingnya bersinergi dengan pemerintah, TNI, dan Polri untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional yang dimulai dari penguatan petani lokal demi menjaga Indonesia tetap swasembada beras di tengah tantangan perubahan iklim.
"Pesan dari Pak Prabowo, kita harus bersinergi dengan banyak kelompok tanpa memandang golongan politik atau latar belakang lainnya. Tani Merdeka harus menjadi mata dan telinga Pak Prabowo di lapangan," tegas Don Muzakir.
Ia menambahkan, salah satu tugas utama Tani Merdeka adalah mengawal jalannya program pemerintah agar betul-betul tepat sasaran dan mengantisipasi adanya penyelewengan di tingkat bawah.
"Tugas kami adalah menjaga agar bantuan pemerintah, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), tidak diperjualbelikan. Kami juga mengawasi serapan gabah oleh Bulog agar sesuai harga yang ditentukan, serta memastikan pupuk bersubsidi tidak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain mengawasi masalah irigasi dan kekeringan, kami juga terjun langsung menjalankan program penanaman," pungkasnya.
Di akhir acara, Gigih Wiyono seorang seniman yang menjabamenjabat ketuKetua DPD Tani Merdeka Sukoharjo sebelumnya menyerahkan lukisan keris penuh makna filosofi pada Ketum Don Muzakir.
Bagikan