Sadranan
Senin, 13 April 2026 23:49 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Ribuan warga memadati Taman Ratu Maulidya, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, pada Senin (13/4/2026) malam. Acara bertajuk Purbayan Syawalan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang telah berlangsung di desa tersebut.
Tokoh masyarakat Purbayan, Tuntas Subagyo, menjelaskan bahwa acara ini merupakan muara dari berbagai kegiatan religius dan budaya, mulai dari pagelaran wayang, pengajian Nuzulul Quran, hingga festival takbir.
"Hari ini puncaknya halalbihalal. Dimulai tadi sore dengan penyediaan 7.000 porsi ketupat untuk masyarakat, dan malam ini kita gelar pengajian akbar yang terbuka untuk umum," ujar Tuntas di sela acara.
Bertabur Bintang dan Hadiah Melimpah
Kemeriahan Purbayan Syawalan tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh besar seperti K.H. Anwar Zahid, Habib Bidin, dan Ustaz Kelik GP. Suasana semakin semarak dengan iringan selawat dari Majelis Azzahir serta penampilan grup band Aftershine.
Tak hanya sajian rohani dan hiburan, panitia juga memanjakan warga dengan 212 hadiah doorprize. Berbagai hadiah menarik mulai dari motor listrik, kulkas, hingga televisi dibagikan kepada warga yang hadir. Berdasarkan pantauan, sekitar 90% dari total undangan dan warga Desa Purbayan tampak antusias memadati lokasi.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sukoharjo, perwakilan dari Polres, Kodim, hingga tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Pesan "Stop War" dan Harapan Kerukunan
Dalam kesempatan tersebut, Tuntas Subagyo juga menyisipkan pesan moral mendalam melalui sebuah lagu berjudul 'Stop War'. Lagu ini ia bawakan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi dunia yang tengah dilanda berbagai konflik peperangan.
"Ini bentuk keprihatinan saya bahwa keadaan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kami ingin menyampaikan pesan perdamaian dari desa ini," tegasnya.
Tuntas berharap kegiatan positif seperti ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam menciptakan kerukunan antarwarga. Sebagai agenda rutin tahunan, ia menargetkan perayaan tahun depan akan jauh lebih besar.
"Tahun depan target kami bisa menyediakan hingga 10.000 ketupat untuk halalbihalal. Kami ingin membawa nuansa positif dan kerukunan mulai dari lingkup terkecil, yaitu desa tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ini," pungkasnya.
Bagikan