Polresta dan Dinkes Surakarta Sinergi Tracing TBC

Selasa, 02 Juni 2026 17:04 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001732733.jpg
Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit menyerahkan alat tracing TB paru saat launching program Tracing TB Paru di Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Polresta Surakarta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta membekali seluruh jajaran Bhabinkamtibmas dalam Program Tracing Tuberkulosis (TB) Paru. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata mendukung percepatan penanganan dan penanggulangan penyakit menular tersebut di wilayah Kota Surakarta.

Kegiatan yang digelar di Aula Wirasatya'96 Polresta Surakarta tersebut dihadiri oleh Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko, Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, dan Kepala Dinkes Surakarta dr. Retno Erawati Wulandari, serta para Kapolsek jajaran.

Sinergi ini bertujuan memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat hingga tingkat kelurahan dalam membantu deteksi dini kasus TB Paru, sekaligus menyukseskan program nasional menuju Indonesia Bebas TBC.

Wakapolresta Surakarta, AKBP Sigit, menegaskan bahwa program tracing TB Paru ini tidak hanya dilaksanakan secara seremonial, melainkan akan dijalankan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Solo.

“Kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran TB Paru di Kota Surakarta,” ujar AKBP Sigit.

Ia meminta seluruh Bhabinkamtibmas untuk lebih jeli terhadap potensi penyakit TBC di wilayah binaan masing-masing serta aktif memberikan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganannya.

Kewaspadaan di Daerah Urban

Kepala Dinkes Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari, menjelaskan bahwa Solo merupakan daerah urban yang menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai wilayah sekitar. Kondisi mobilitas yang tinggi ini memerlukan langkah antisipasi yang jauh lebih maksimal.

Retno mengingatkan salah satu gejala klinis utama yang wajib diwaspadai oleh masyarakat dan petugas di lapangan.
* Batuk yang berlangsung terus-menerus selama lebih dari dua minggu.
* Adanya kontak erat dengan penderita TB Paru aktif.

"Keberhasilan penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Polresta Surakarta," tambah Retno.

Gerakkan Tokoh Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko, menekankan pentingnya pembagian peran yang efektif antara tenaga medis dan aparat kewilayahan.

Menurutnya, urusan medis tetap menjadi ranah tenaga kesehatan yang berkompeten. Sementara itu, personel Bhabinkamtibmas memiliki peran krusial untuk menggerakkan tokoh masyarakat dan elemen warga di wilayah masing-masing agar mendukung penuh program penanggulangan ini.

Agung juga mengingatkan bahwa TBC bukan persoalan sepele karena termasuk penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kematian apabila terlambat ditangani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran warga Solo meningkat sehingga deteksi dini dan pengobatan dapat berjalan lebih cepat dan optimal.