Polres Sukoharjo & Polda Jateng Dorong Deteksi Dini Kaki Pengkor

Senin, 24 Agustus 2026 19:36 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002047201.jpg
Polda Jateng dan Polres Sukoharjo sosialisasi deteksi dini kaki pengkor di Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO — Langkah nyata kepedulian sosial ditunjukkan Polres Sukoharjo bersama berbagai pemangku kepentingan saat meluncurkan Program Polda Jawa Tengah Peduli Clubfoot Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di Aula R. Kusnadi, Mapolres Sukoharjo, Senin (24/8/2026).

Mengusung tema “Deteksi Dini, Penanganan Tepat, Harapan Baru untuk Masa Depan Anak”, program kolaboratif ini hadir untuk memastikan anak-anak dengan kelainan kaki pengkor mendapatkan penanganan medis secara intensif, tepat, dan berkelanjutan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Sehat

Kegiatan launching ini dihadiri oleh sejumlah tokoh strategis dan instansi terkait, di antaranya: Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K. Plt. Wakapolres Sukoharjo, Kompol Tiswanti, S.H., M.H. Kepala Dinas Sosial Kab. Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, M.Si. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, S.K.M., M.Kes. Ketua PD Muhammadiyah Sukoharjo, H. Djumari, S.Ag., M.Si. Kepala BPJS Kesehatan Kab. Sukoharjo, Karunia. 

Perwakilan Yayasan Mentari Clubfoot, jajaran RS PKU Muhammadiyah, PJU Polres Sukoharjo, para Kapolsek, Kasi Dokkes beserta anggota, hingga Bhabinkamtibmas Polsek jajaran.

Mewakili Kapolres Sukoharjo, Plt. Wakapolres Kompol Tiswanti menegaskan bahwa peran Polri tidak terbatas pada penegakan hukum dan menjaga keamanan semata.

“Tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan manfaat, kepedulian, serta membantu menyelesaikan persoalan sosial. Melalui program ini, kami ingin memastikan anak-anak penyandang Clubfoot mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita,” tegas Kompol Tiswanti.

Rehabilitasi dan Pendampingan Berkelanjutan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, menyambut baik langkah sinergis ini. Menurutnya, Dinsos siap mengambil peran dalam rehabilitasi sosial, terutama mendampingi keluarga bernavigasi mengatasi kendala ekonomi agar sang anak tetap mendapatkan perawatan medis hingga tuntas.

“Jika kondisi CTEV menimbulkan keterbatasan fungsi, Dinas Sosial hadir dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas serta rehabilitasi sosialnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar dr. Yunia.

Dukungan serupa mengalir dari Ketua PD Muhammadiyah Sukoharjo, H. Djumari. Lewat Program Mentari Clubfoot di bawah Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Muhammadiyah siap mengerahkan jaringan kesehatan dan kadernya di tingkat ranting untuk berkolaborasi langsung dengan Bhabinkamtibmas dan Puskesmas.

“Penanganan kaki pengkor membutuhkan waktu yang cukup lama. Kami bersyukur Polri menginisiasi gerakan mulia ini agar anak-anak terdeteksi sejak dini dan terhindar dari risiko disabilitas permanen,” tutur Djumari.

Melalui integrasi pelayanan dari RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo dan Kartasura, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, serta Yayasan Mentari Clubfoot, penanganan CTEV di Sukoharjo diharapkan tak sekadar menjadi seremoni, melainkan momentum jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.