PMI Surakarta Kirim Tim Tanggap Darurat Bencana Kesehatan ke NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 12:07 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002038107.jpg
Tim Tanggap Bencana Darurat Kesehatan PMI Surakarta menuju Kabupaten Nagekeo NTT (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta menerjunkan Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kesehatan ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk merespons kondisi darurat pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut.

Sebanyak lima personel yang terdiri atas satu dokter, dua perawat, satu apoteker, serta satu staf humas diberangkatkan dari Markas PMI Surakarta dengan membawa pasokan obat-obatan darurat.

Ketua Umum PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan bahwa tim akan menempuh perjalanan darat ke Surabaya pada Minggu (23/8/2026) malam sebelum melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo menuju titik penugasan.

"Kami selalu berkoordinasi dengan PMI Provinsi dan Pusat. Karena koordinasi menetapkan lokasi di Nagekeo yang mencatat sekitar 5.000 jiwa terdampak, kami merasa tugas mulia ini harus dilaksanakan," ujar Sumartono, Sabtu (22/8/2026).

Gunakan Sistem Mobile Clinic Jemput Bola

Terbatasnya operasional fasilitas kesehatan di lokasi bencana serta luasnya sebaran pengungsi mendorong PMI Surakarta untuk menerapkan sistem Mobile Clinic atau klinik keliling.

Menurut Sumartono, tim medis akan menyisir posko-posko pengungsian hingga ke daerah terpencil yang sulit dijangkau akses transportasi umum.

"Kebutuhan kesehatan ini harus sampai ke tempat-tempat terpencil. Kami lakukan pendekatan jemput bola agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis tidak terlewatkan," tegasnya.

Fokus Pelayanan 21 Hari Masa Tanggap Darurat

Tim TDB Kesehatan PMI Surakarta dijadwalkan bertugas selama 21 hari hingga 12 September 2026. Bekal obat-obatan yang dibawa difokuskan pada penanganan penyakit pascabencana, seperti antibiotik, obat antinyeri, gangguan pencernaan, dan antidiare.

Pengurus Bidang Markas PMI Surakarta, Moeljoto Soetikno Siek, menambahkan bahwa keterbatasan kapasitas penerbangan membuat jumlah logistik medis yang dibawa pada tahap awal disesuaikan secara proporsional.

"Tim akan bergerak secara mobile selama 24 hari di lapangan. Kami juga akan melakukan asesmen kebutuhan secara langsung, sehingga jika diperlukan pasokan obat tambahan, bisa segera dikirimkan dari Solo," terang Moeljoto.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Bencana PMI Surakarta, Jumadi, menyebutkan prioritas utama tim adalah memastikan seluruh pengungsi mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala untuk mencegah timbulnya wabah penyakit akibat penurunan kualitas sanitasi di tempat pengungsian.