Perkuat Toleransi, Warga Non Muslim Berbaur Ikut Rayakan Iduladha di Gedangan

Rabu, 27 Mei 2026 13:16 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001712906.jpg
Toleransi guyub rukun warga Gedangan Solo Baru peringati Idul Adha 2026 (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Warga Perumahan Gedangan Permai Sektor 9 kembali menggelar Salat Iduladha 1447 Hijriah di halaman Masjid Al Kautsar, kompleks perumahan setempat, Rabu (27/5). Sejak pagi, gema takbir terus berkumandang mengiringi kehadiran ratusan jemaah yang memadati saf salat secara tertib.

Bertindak selaku imam dan khatib, Ustadz Saifullah dalam khotbahnya mengajak warga untuk mencontoh keikhlasan serta ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Sang Kholik. Keikhlasan tersebut dinilai sangat penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan modern saat ini.

"Teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail masih sangat relevan pada zaman ini. Kita semua diminta untuk tetap menjaga nilai-nilai sosial dan kepedulian di tengah masyarakat," papar Ustadz Saifullah di hadapan ratusan jemaah.

Batasi Hewan Kurban demi Kualitas

Ketua Panitia Kurban Masjid Al Kautsar, Sugeng Prasaja, mengungkapkan bahwa pada Iduladha tahun ini pihaknya menyembelih sebanyak 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Jumlah perolehan hewan kurban tersebut tercatat sama dengan perayaan pada tahun sebelumnya.

Ketua Takmir Masjid Al Kautsar, Hendro Suseno, menambahkan bahwa pembatasan jumlah ini merupakan keputusan yang disengaja oleh pihak pengurus. Langkah tersebut diambil agar proses penanganan dan pembagian daging bisa berjalan lebih optimal.

"Setiap tahun jumlah hewan kurban sapi memang kami batasi maksimal 5 ekor. Ini sudah menjadi kesepakatan panitia agar kami dapat mengelola daging kurban dengan maksimal dan teliti," jelas Hendro.

Hal senada disampaikan oleh panitia, Bukhori dan Mardiana. Mereka menyebut antusiasme warga untuk berkurban sebenarnya sangat tinggi, namun panitia memilih realistis dengan kapasitas tenaga yang ada. Jika kuota sudah penuh, jemaah disarankan menyalurkan kurbannya ke tempat lain. 

“Kamibmemastikan bahwa seluruh hewan yang disembelih tahun ini memiliki kualitas yang sangat baik, sehat, dan berdaging padat.” Ungkap Bukhori. 

Wujud Nyata Toleransi Antarumat

Keunikan sekaligus daya tarik utama dalam perayaan kurban di kompleks Gedangan Permai ini adalah keterlibatan aktif dari warga non-muslim. Mereka tampak hadir dan berbaur bersama jemaah muslim lainnya untuk membantu proses pascapenyembelihan.

"Ada warga non-muslim yang ikut berbaur memotong-motong daging kurban. Di sini, mereka memang selalu terlibat aktif jika ada kegiatan warga, utamanya saat momen Idul Kurban seperti ini," ungkap Hendro Suseno.

Sementara itu, anggota takmir masjid yang bertugas di bagian distribusi, Iptu (Purn) Susanto, merinci bahwa dari 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing yang ada, panitia berhasil mengemas sebanyak 700 kantong daging kurban dengan berat masing-masing 0,5 kilogram.

"Untuk para mudhahiy atau orang yang berkurban, masing-masing mendapatkan bagian sebanyak 4,5 kilogram daging. Sisanya langsung kami distribusikan kepada warga sekitar yang berhak menerima," pungkas pensiunan anggota Polsekta Laweyan tersebut dengan ramah.