UMKM
Sabtu, 03 Oktober 2026 09:03 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

KARANGANYAR, soloaja.co — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus mendorong kemandirian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan kepada Kemuning Orchid, usaha pembibitan anggrek berbasis teknologi kultur jaringan di Karanganyar, Jawa Tengah.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNS yang diketuai Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.S., bersama Kepala Seksi Peraihan Dana Pengabdian Masyarakat Eksternal dan Pengembangan Pusat Studi LPPM UNS, Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D., CSRS, meninjau langsung perkembangan usaha tersebut pada Kamis (1/10/2026).
Prof. Okid menjelaskan, pendampingan yang berjalan selama kurang lebih tiga tahun melalui berbagai skema program pengabdian (PDB, PTTI, dan PMKI) ini dilakukan secara bertahap dan saling melengkapi sesuai kebutuhan mitra.
"Kemuning Orchid berfokus pada pengembangan anggrek botolan atau bibit yang membutuhkan keterampilan khusus, ketelitian, serta sarana pendukung yang memadai. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, produktivitas mitra meningkat secara signifikan," ujar Prof. Okid.
UNS memberikan dukungan sarana prasarana laboratorium secara bertahap, antara lain Laminar Air Flow (LAF), enkas, shaker, autoklaf, greenhouse, timbangan analitik, dehumidifier, air purifier, magnetic stirrer, hingga bahan kimia media pertumbuhan anggrek. Selain itu, UNS juga memberikan penguatan kapasitas manajemen usaha dan tata kelola keuangan berbasis digital menggunakan aplikasi Buku Saku.
Tak hanya menjadi tempat pembibitan komersial, Kemuning Orchid kini berkembang menjadi ekosistem pembelajaran dengan membuka sekolah anggrek dan pembenihan yang menyediakan ruang magang bagi mahasiswa serta edukasi masyarakat.
"UNS tidak mengembangkan unit usaha, melainkan memberikan pendampingan, perencanaan, serta penguatan kapasitas agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera. Kami berharap kawasan Kemuning ke depan dapat tumbuh menjadi sentra pembenihan anggrek," tambah Prof. Okid.
Pemilik Kemuning Orchid, Yanuar Mahir Hermawan, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan UNS, usahanya sempat stagnan akibat keterbatasan alat, modal, serta pengetahuan teknis nutrisi tanaman yang membuatnya bergantung pada metode riset coba-coba (trial and error).
"Dulu fasilitas sangat terbatas dan arah pengembangan belum jelas. Setelah didampingi UNS, perubahannya sangat besar. Kami bisa melangkah berdasarkan data dan pengalaman yang terarah. Bantuan peralatan laboratorium sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi penyimpanan bibit," kata Yanuar.
Dari sisi manajemen, Yanuar mengaku kini telah mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menghitung HPP secara terukur, serta menekan biaya produksi.
"Pendampingan UNS tidak hanya membantu dari sisi alat dan fasilitas, tetapi memberikan arah, sistem, dan pengetahuan agar usaha kami dapat berkembang secara berkelanjutan," pungkasnya.
Bagikan