OJK Ajak TP-PKK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan

Rabu, 10 Juni 2026 12:09 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001761614.jpg
OJK gandeng TP PKK belajar literasi keuangan (Soloaja)

JAKARTA (Soloaja.co) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan perempuan guna mendorong kesejahteraan keluarga. Untuk itu, OJK menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) guna memperkuat dan memajukan program edukasi keuangan secara masif kepada masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi keuangan kepada ribuan anggota TP-PKK, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026. Acara bertema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” ini digelar secara *hybrid* di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (9/6).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial. Edukasi ini sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang menempatkan kaum perempuan sebagai segmen prioritas utama.

"Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Friderica.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menambahkan bahwa ibu-ibu PKK merupakan kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus penggerak ekonomi nasional. OJK mendorong anggota PKK untuk tidak sekadar paham, tetapi juga mampu menjadi duta literasi di lingkungan masing-masing.

"Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas," kata Dicky.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian. Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan membuat perempuan lebih tangguh dan membentengi mereka dari jeratan praktik keuangan ilegal. Ia berharap program ini terus diperluas hingga ke daerah-daerah agar manfaatnya merata.

"Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan edukasi ini, perempuan dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pengelolaan keuangan yang bijak," tutur Tri Tito Karnavian.
Kegiatan yang diikuti oleh 4.000 anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia secara luring dan daring ini juga menghadirkan sesi diskusi praktis.

Menghadirkan CEO Zapfinance Prita Ghozie dan Wakil Direktur Utama PT BRI Vivian Dyah Ayu Retno, dengan moderator Komisaris Utama Bank Jago Anika Faisal, para peserta dibekali wawasan mengenai pengelolaan aset, investasi aman, hingga pemanfaatan teknologi finansial di era digital.