jepang
Minggu, 22 Februari 2026 12:32 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Malam di Ndalem DJoyokusuman menjadi saksi bisu pertemuan dua tradisi besar dunia. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menghadiri pertunjukan seni kolaborasi antara komunitas Sousei Kagura Jepang dan Sanggar Semarak Candra Kirana Solo, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pertukaran budaya selama lima hari yang diikuti oleh 24 anggota Sousei Kagura. Rombongan yang dipimpin oleh guru Kagura generasi ke-80 tersebut membawa misi memperkenalkan tarian sakral kuno Jepang yang berakar pada ritual Shinto.
Dialog Budaya yang Mendalam
Dalam sambutannya, Wawali Astrid Widayani menegaskan posisi Solo sebagai penjaga warisan budaya. Ia melihat kolaborasi ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan sebuah dialog antarperadaban.
“Melalui kolaborasi istimewa ini, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga terlibat dalam dialog budaya yang mendalam. Seni adalah bahasa universal yang melampaui batas negara dan perbedaan,” ujar Astrid.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Master Hiroaki Omote dan seniwati Irawati Kusumorasri atas dedikasinya mempererat persahabatan Indonesia-Jepang melalui jalur seni.
Pertemuan Dua Maestro Tari
Acara yang dikemas dalam jamuan makan malam ini menyuguhkan kontras keindahan yang memukau:
* Dari Indonesia: Menampilkan Tari Srimpi, tarian klasik keraton yang sarat akan kelembutan dan nilai filosofis mendalam.
* Dari Jepang: Menampilkan Tari Kaguya, bagian dari repertoar Kagura yang mengangkat mitologi klasik Jepang tentang Putri Kaguya dalam iringan musik taiko dan seruling ritual.
Master Omote Hiroaki mengaku sangat terkesan dengan kelestarian peninggalan sejarah di Keraton Solo yang masih terjaga dengan sangat baik.
Harapan Kerja Sama Berkelanjutan
Astrid berharap kolaborasi ini menjadi pemantik kemitraan jangka panjang, mulai dari lokakarya hingga program edukasi bagi generasi muda di kedua negara.
“Semoga ini menjadi awal kemitraan budaya yang berkelanjutan untuk menjaga tradisi yang menjadi identitas bangsa kita masing-masing,” pungkasnya.
Selama di Solo, rombongan Sousei Kagura telah melakukan ziarah spiritual dan budaya ke berbagai lokasi ikonik, mulai dari Taman Makam Pahlawan, Candi Sukuh, Keraton Surakarta, hingga ritual di Umbul Ngabean Pengging.
Bagikan