Mangkunegaran Bagikan 6.000 Porsi Segahan untuk Warga Solo Selama Dhaup Ageng

Minggu, 08 November 2026 17:50 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Kusumawati

1002327808.jpg
Wujud syukur Daup Ageng Mangkunegara membagikan bingkisan untuk sejumlah panti asuhan di kota Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Rangkaian Pahargyan Dhaup Ageng Mangkunegaran tidak hanya menyuguhkan kemegahan tradisi istana, tetapi juga menghadirkan kehangatan berbagi bagi masyarakat luas. 

Pura Mangkunegaran mendistribusikan sebanyak 2.000 porsi Segahan Pahargyan setiap hari selama pelaksanaan Mangayubagyo Dhaup Ageng yang berlangsung pada 6 hingga 8 November 2026, jadi total ada 6000 porsi. 

Jamuan istimewa tersebut disalurkan untuk menjangkau warga melalui lima kecamatan di Kota Surakarta, serta melibatkan sejumlah panti asuhan dan lembaga sosial di wilayah Solo dan Colomadu.

Segahan Pahargyan dihadirkan sebagai wujud rasa syukur keluarga besar Mangkunegaran atas pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian (Kanjeng Dimas). Melalui hidangan ini, masyarakat diajak untuk ikut merasakan kebahagiaan sekaligus memberikan doa restu atau pangestu bagi kedua mempelai.

Ketua Panitia Dhaup Ageng, Sherly Karina, menjelaskan bahwa pembagian segahan ini merefleksikan filosofi kebersamaan dan keterbukaan pihak istana kepada masyarakat.

“Segahan Pahargyan merupakan bagian dari semangat Srawung Kabagyan, yaitu perjumpaan untuk berbagi kebahagiaan. Masyarakat dapat hadir, bertemu, menikmati jamuan, serta turut menyampaikan doa dan pangestu bagi kedua temanten,” ujar Sherly Karina.

Jangkau Lima Kecamatan dan Lembaga Sosial

Penyaluran Segahan Pahargyan dilakukan secara terstruktur melalui jaringan lima kecamatan di Kota Surakarta, yakni Kecamatan Banjarsari, Laweyan, Pasar Kliwon, Jebres, dan Serengan. Pendekatan ini memastikan agar ruang partisipasi dan kebahagiaan dapat dirasakan secara merata oleh berbagai kalangan.

Selain melalui kecamatan, distribusi juga menggandeng sejumlah lembaga sosial, di antaranya Yayasan Disabilitas Solo, Yayasan Lentera Surakarta, Yatim Mandiri Solo, Forum Buah Hati Berseri Kota Surakarta, YPAC Surakarta, serta berbagai panti asuhan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Dengan melibatkan lembaga-lembaga tersebut, perayaan Dhaup Ageng mampu merangkul beragam kelompok masyarakat—termasuk anak-anak, penyandang disabilitas, hingga warga dampingan panti—agar turut menjadi bagian dari suka cita istana.

Usung Semangat Sumambung ing Rasa, Nyawiji ing Pangestu

Berlangsung di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran, perhelatan Mangayubagyo mengusung tema Sumambung ing Rasa, Nyawiji ing Pangestu. Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu hangat bagi warga untuk menikmati sajian budaya, mencicipi jamuan khas, serta memanjatkan doa terbaik bagi kelangsungan rumah tangga Gusti Sura dan Kanjeng Dimas.

Kehadiran Segahan Pahargyan menerjemahkan semangat kekeluargaan Mangkunegaran ke dalam bentuk aksi nyata yang dapat dirikmati bersama. Melalui perpaduan jamuan, pertunjukan seni, serta doa restu dari segenap warga, Dhaup Ageng tetap kukuh sebagai peristiwa adat istana yang senikaligus menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat di sekitarnya.