KWT
Kamis, 30 April 2026 18:17 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

TEMANGGUNG (Soloaja.co) – Pekan Agro Digitalisasi dan Inovasi (PADI) 2026 kembali digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Agro Center, Soropadan, Kabupaten Temanggung.
Perhelatan yang berlangsung mulai 23 hingga 27 April 2026 ini menjadi panggung bagi berbagai inovasi sektor pertanian, termasuk partisipasi aktif dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tani Nyiur Hijau dari Magelang.
Dalam ajang tersebut, KWT Sekar Tani Nyiur Hijau memamerkan beragam produk olahan pangan kreatif hasil karya para anggotanya. Produk yang ditampilkan cukup bervariasi, mulai dari pangan tradisional seperti lempeng beras, manggleng, dan rengginang, hingga aneka keripik unik seperti keripik pare, keripik kenikir, serta keripik singkong.
Ketua KWT Sekar Tani Nyiur Hijau, Khomsatun, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam PADI 2026 memberikan dampak signifikan bagi kelompoknya.
“Acara ini menjadi sarana efektif untuk memperluas jaringan pasar dan memperkenalkan produk lokal ke khalayak yang lebih luas. Kami bersyukur karena melalui pameran ini, jumlah pembeli produk mereka mengalami peningkatan.” Kata Khomsatun.
Khomsatun menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil olahan mandiri para anggota dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Sistem produksi dilakukan secara fleksibel, di mana setiap anggota mengembangkan produk unggulan masing-masing di rumah, yang kemudian dikumpulkan dan dipasarkan melalui wadah KWT.
“Pola ini dinilai lebih efektif karena menyesuaikan dengan ketersediaan waktu setiap anggota.” Imbuhnya.
Keberhasilan KWT ini juga tidak lepas dari dukungan eksternal. Khomsatun menyebutkan bahwa pihak Generasi Baru Indonesia (GENBI) telah memberikan kontribusi besar melalui pelatihan pengolahan produk pangan.
Pelatihan tersebut membekali para anggota dengan keterampilan teknik pengolahan yang lebih baik, peningkatan kualitas, hingga inovasi menciptakan varian produk baru yang memiliki nilai jual tinggi dan daya saing di pasaran.
Menatap masa depan, Khomsatun berharap kegiatan PADI dapat diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa konsistensi pameran seperti ini akan menjaga geliat produksi anggota KWT tetap berjalan, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi nyata berupa peningkatan pendapatan bagi keluarga para petani di daerah tersebut.
Bagikan