Kinerja Kuartal I/2026: Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 13:15 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001722287.jpg
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. (Soloaja)

JAKARTA (Soloaja.co) — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatatkan pertumbuhan progresif pada sebagian segmen bisnisnya di kuartal pertama tahun 2026. Di tengah ketidakpastian makroekonomi, emiten berkode saham TLKM ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, atau tumbuh 1,5 persen secara Year on Year (YoY).

Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8 persen. Kontraksi pada laba bersih dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi yang bersifat transisional dan non-cash. Di sisi lain, arus kas operasional perseroan tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat efisiensi biaya operasional (TOTEX).

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Segmen B2C dan Infrastruktur Jadi Penopang

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen YoY, dipicu oleh pertumbuhan bisnis digital dan kenaikan payload data sebesar 2,3 persen. Disiplin harga dan penyederhanaan produk sukses mendorong tingkat pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) naik 6,4 persen YoY menjadi Rp45.100.

Sementara itu, segmen B2B Infrastructure menunjukkan performa impresif dengan raihan pendapatan Rp2,4 triliun atau melonjak 6,8 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dikelola Mitratel. 

Sepanjang kuartal I/2026, Mitratel menambah 1.080 km kabel serat optik, menjadikan total kepemilikannya mencapai 58.279 km dengan EBITDA margin kokoh di level 82,7 persen. Untuk unit Wholesale & International Service, Telkom mengantongi Rp2,8 triliun, dibantu lonjakan layanan interkoneksi 18,9 persen secara Quarter on Quarter (QoQ).

Di sektor B2B ICT, pendapatan tercatat sebesar Rp3,1 triliun. Melandainya aktivitas di segmen ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi perseroan yang kini lebih selektif dalam menjajaki kerja sama baru demi mengamankan margin yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Akselerasi Transformasi Strategi TLKM 30

Hingga Maret 2026, Telkom telah menyerap belanja modal (capex) sebesar Rp4,9 triliun atau 13,2 persen dari total pendapatan, di mana 99 persen dialokasikan untuk penguatan infrastruktur inti. Langkah streamlining portofolio bisnis juga terus berjalan, salah satunya melalui proses divestasi AdMedika Group yang ditargetkan rampung pada akhir semester I/2026.

Selain itu, Telkom tengah bersiap melakukan pemisahan bisnis dan aset *wholesale fiber connectivity* tahap kedua kepada InfraNexia pada kuartal III/2026. Langkah ini diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru untuk mengatrol kontribusi bisnis fiber dari kisaran 15 persen menuju target 25 persen.

“Kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis dan membangun ekosistem digital,” pungkas Dian.