Kapolres Wonogiri Usung Wonogiri SUPER dan Gerakan Tiji Tibeh, Ini Maknanya

Sabtu, 28 Januari 2023 10:00 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

WhatsApp Image 2023-01-27 at 16.50.24.jpeg
Kapolres Wonogiri AKBP Indra Waspada bersama awak media (soloaja)

WONOGIRI (Soloaja.co) - Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengusung konsep Wonogiri SUPER dan gerakan Tiji Tibeh, yang mengutamakan kearifan lokal dalam rumusan program kerja. 

Wonogiri SUPER adalah Santun, Unggul, Prediktif, Empati, dan Religius dan 'Gerakan Tiji Tibeh', akronim dari 'Gerakan Tertib Siji, Tertib Kabeh' atau tertib satu tertib semua.

"Wonogiri SUPER dirumuskan untuk penguatan internal, agar Polres Wonogiri memiliki pondasi yang kuat, sehingga pelaksanaan kegiatan tugas Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta penegakan hukum bisa dilaksanakan secara maksimal," kata Indra di Wonogiri, Jumat 27 Januari 2023.

"Kami menyusun program yang diarahkan ke eksternal yaitu menerapkan filosofi tiji tibeh yang dicetuskan oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, menyasar masyarakat  Wonogiri secara umum yaitu " imbuhnya.

Indra menerangkan, konsep Tiji Tibeh menunjukkan semangat kebersamaan. Kata Indra, Pangeran Sambernyawa telah memberikan teladan sebagai sosok pemimpin yang mau terjun langsung ke rakyatnya, dan menanggalkan batas antara kawula dengan gusti, atau atasan dengan bawahan.

"Filosofi Tiji Tibeh ini kami adopsi untuk nama program dengan melakukan modifikasi pada kepanjangannya. Kami mengadopsi filosofi Tiji Tibeh sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, juga sebagai upaya melestarikan filosofi budaya yang memiliki nilai yang luhur," bebernya.

Indra melanjutkan, Gerakan Tiji Tibeh memiliki program turunan yaitu: Jamasan Wonogiri atau Jaga Kenyamanan dan Keharmonisan di Wonogiri. Program ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan diantaranya: Dialog lintas elemen masyarakat; Revitalisasi atau mengefektifkan Siskamling; diskusi panel, lomba, dan pelatihan berbasis keagamaan, seni, sosial, dan budaya.

Kemudian Tombak Jaladara atau Patroli Motor/Mobil Berkala Jaga Lalu Lintas Ajak Masyarakat Tertib Berkendara. Program Tombak Jaladara ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Patroli Motor/Mobil/Sepeda; Edukasi/Penyuluhan Tertib Berlalu Lintas/ Safety Riding! Penyuluhan Anti Over Dimension Over Load (ODOL); Optimalisasi ETLE, dan Pelayanan SIM dan STNK Keliling khususnya daerah terjauh.

Selanjutnya, Program Baladewa atau Bhabinkamtibmas Laksanakan Dialog Edukatif Bersama Warga. Bentuk kegiatannya adalah Sambang  ke tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan elemen, komunitas. Juga ronda bareng dan anggota mengaji.

Program selanjutnya adalah Gajah Mungkur atau Gerakan Jumat Berkah Tampung Masukan dan Pelihara Kerukunan. Bentuk kegiatannya Shalat Jumat Keliling; Jumat Bersih dan Sehat (korve dan olahraga): dan sedekah makan untuk jemaah Shalat Jumat.

Yang terakhir adalah Program Bakso Urat Wonogiri atau Bakti Sosial Untuk Rakyat Wonogiri. Program ini diimplementasikan dengan kegiatan pemberian bantuan untuk fakir, janda, dan yatim; buka puasa bersama; tablig akbar; Shalat Subuh Keliling, dan pemberangkatan umroh untuk ustaz atau marebot mesjid/musola.

"Penamaan program dan kegiatan menggunakan pendekatan kearifan lokal. Agar bisa lebih dekat dan diserap masyarakat Wonogiri," tandas Indra.