Kandungan Gas Metana Masih Tinggi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar

Kamis, 24 September 2026 22:15 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002163985.jpg
Kebakaran TPA Putri Cempo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Tidak lama setelah status masa tanggap bencana resmi dicabut oleh Wali Kota Surakarta Respati Ardi, TPA Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, kembali membara pada Kamis (24/9) siang.

Gumpalan asap pekat disertai kobaran api pertama kali terdeteksi melalap Blok B sekitar pukul 11.30 WIB. Hembusan angin kencang di kawasan penampungan sampah tersebut membuat si jago merah dengan cepat merembet hingga menjangkau Blok C dan D.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengonfirmasi bahwa titik api dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem serta tingginya kandungan gas metan di dalam tumpukan sampah. Kendati petugas rutin melakukan pembasahan harian, cuaca terik tetap memicu percikan api di area yang tidak terduga.

"Tadi api pertama muncul di Blok B jam 11.30 siang. Karena angin kencang, merembet ke Blok C dan D. Kami rutin melakukan pendinginan di titik berasap, namun api justru muncul di blok lain," ujar Herwin di lokasi kejadian.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta langsung menerjunkan kekuatan penuh untuk melokalisasi pergerakan api. Proses pemadaman di lapangan turut melibatkan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, hingga Polri.

Kepala Dinas Damkar Kota Surakarta, Indradi, mengutarakan bahwa sekitar 30 unit armada pemadam digerakkan secara bergantian untuk menyuplai air dan memadamkan titik api di tiga blok terdampak. Hingga kini, petugas gabungan masih terus disiagakan di lokasi guna mengantisipasi perluasan dampak kebakaran.