KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, KAI Daop 5 Minta Maaf

Senin, 06 April 2026 22:26 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001543109.jpg
KA Bangunkarta relasi Jombang – Pasarsenen dilaporkan anjlok di Emplasemen Bumiayu, Senin (Soloaja / dok KAI)

BUMIAYU (Soloaja.co) – Perjalanan kereta api lintas selatan Jawa mengalami gangguan serius setelah KA (161) Bangunkarta relasi Jombang – Pasarsenen dilaporkan anjlok di Emplasemen Bumiayu, Senin (6/4/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB ini melibatkan tiga kereta pada rangkaian tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto segera merespons kejadian di km 312+1 tersebut dengan mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi. Akibat peristiwa ini, jalur hulu maupun hilir di petak jalan terdampak untuk sementara waktu tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta api lainnya.

Fokus Evakuasi dan Penanganan

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan penumpang dan melakukan proses evakuasi rangkaian kereta.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan KA Bangunkarta akibat gangguan perjalanan ini. Seluruh tim Tanggap Darurat KAI Daop 5 Purwokerto langsung bergerak cepat untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan," ujar As’ad dalam keterangan resminya. 

Langkah Lanjutan KAI

Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis masih bekerja keras di lapangan untuk memulihkan jalur agar dapat segera dilalui kembali. Berikut adalah poin-poin penanganan terkini:
* Evakuasi Jalur: Tim teknis fokus mengangkat kembali roda kereta yang keluar dari rel (wesel 21A dan 21B).

* Investigasi: Penyebab pasti anjlokan masih dalam tahap pemeriksaan mendalam dan akan diinformasikan setelah proses evakuasi selesai.
* Layanan Pelanggan: KAI berkomitmen memberikan informasi terbaru secara berkala melalui kanal resmi dan mengimbau penumpang untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.

KAI Daop 5 memastikan akan mengupayakan penanganan maksimal demi menormalisasi jadwal perjalanan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan transportasi yang utama.