Danrem 074/Warastratama
Rabu, 24 Juni 2026 13:49 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Pembangunan Jembatan Garuda yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo akhirnya selesai dibangun dan kini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Proyek strategis ini diprediksi akan menjadi urat nadi baru yang memangkas waktu tempuh warga secara signifikan.
Peresmian jembatan ini dilakukan langsung oleh Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Reza Sahputra, pada Rabu (24/6/2026). Dandim menjelaskan bahwa pengerjaan jembatan mengadopsi pola padat karya yang melibatkan personel TNI dan swadaya masyarakat, serupa dengan sistem TMMD.
"Dengan jembatan ini kami bisa membantu masyarakat dengan menghemat waktu jarak tempuh sebagai program bapak presiden bisa dirasakan masyarakat di pedesaan," ujar Letkol Inf Reza Sahputra.
Jembatan gantung yang terletak di Tambakboyo ini memiliki panjang 110 meter. Ke depan, program ini akan terus berlanjut untuk mendongkrak aksesibilitas wilayah pinggiran.
"Rencana kita di Sukoharjo program berikutnya ada tiga jembatan lagi di Mbertahakedung, Jambal, dan Tepisari Polokarto. Total keseluruhan yang diajukan 25 jembatan secara bertahap," tambah Dandim.
Respons positif dan antusiasme tinggi datang dari warga setempat. Yadi, warga Tambakrejo, Tambakboyo, mengaku sangat bersyukur dengan adanya Jembatan Garuda. “Terima kasih pak Presiden, jembatan ini sangat bermanfaat untuk warga," Kata Yadi.
Pria yang sehari-hari bekerja di sawah seberang Sungai Bengawan Solo ini kini tidak perlu lagi berjalan jauh memutar. Kehadiran jembatan gantung baru ini membuat perjalanannya menjadi jauh lebih dekat.
Apresiasi besar juga disampaikan oleh Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran TNI atas perhatian nyata terhadap pembangunan infrastruktur perintis di wilayahnya.
"Secara mobilitas nanti akan jauh lebih dekat. Ini membawa manfaat besar bagi bidang pendidikan, pertanian, maupun ekonomi bagi warga di perbatasan Desa Tambakboyo, Tangkisan, dan Majasto," pungkas Samsul Arifin.
Bagikan