apple
Selasa, 24 Februari 2026 20:20 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) – Samsung Electronics Indonesia secara resmi mengumumkan pemenang utama program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 dalam acara Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026. Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Pekanbaru dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga terpilih sebagai tim terbaik pertama nasional setelah menyisihkan kompetitor melalui solusi berbasis AI dan IoT yang inovatif.
Kemenangan ini diraih setelah melalui babak Final Judging yang ketat di hadapan dewan juri dari Kemenag RI, Kemendikdasmen, Kemendikti, serta Samsung R&D Institute Indonesia. Program ini menjadi jawaban atas tantangan Kominfo yang menyebut Indonesia membutuhkan 600.000 talenta digital per tahun demi percepatan transformasi nasional.
Dua Solusi Berorientasi Dampak Nyata
Para pemenang menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar kecanggihan, melainkan alat untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat:
* Alex (Tim Lumyx - Kategori Siswa): Sebuah Personal AI Assistant berbasis IoT yang dirancang sebagai teman belajar (learning companion). Berbeda dengan AI biasa, Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, dan membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan tanpa aplikasi kompleks.
* PhysioTrack (Tim Outliers - Kategori Mahasiswa): Solusi rehabilitasi pasca-stroke berbasis AI dan IoT. Alat ini memungkinkan pasien melakukan terapi mandiri di rumah namun tetap terpantau oleh terapis melalui data sensor IoT yang dianalisis oleh model AI untuk memetakan risiko dan rekomendasi pemulihan.
Dukungan Pemerintah Terhadap Talenta Digital
Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, Ir. Moch. Abduh, Ph.D., mengapresiasi pendekatan project-based learning dalam SIC. "Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi merasakan makna dalam proses belajar. Ini sejalan dengan upaya pemerintah menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Drs. Soeparto, M.Pd. dari Kemendiktisaintek menambahkan bahwa kolaborasi industri seperti yang dilakukan Samsung sangat krusial. "Para peserta adalah pionir muda yang merancang masa depan. Saya berharap prototipe ini terus dikembangkan karena potensinya untuk membawa dampak nyata sangat besar," tuturnya.
Membuka Peluang Melalui Kolaborasi
Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa SIC bertujuan membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi.
“Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses dan bimbingan. Pencapaian tim terbaik ini adalah bukti kerja keras dan semangat kolaborasi yang luar biasa,” tegas Bagus.
Melalui visi global “Enabling People”, Samsung berkomitmen terus memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital, sekaligus mencetak inisiator teknologi yang mampu berkontribusi bagi masa depan Indonesia berbasis AI.
Bagikan