Investor
Senin, 27 September 2021 08:40 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi
JAKARTA (Soloaja.co) - Penipuan investasi masih juga marak terjadi bersamaan dengan internet booming. Keduanya bagai pisau bermata dua. Umumnya, penipuan investasi melibatkan penjualan ilegal atau bahkan penjualan instrumen keuangan tertentu yang diakui.
Contoh penipuan investasi misalnya penipuan uang muka, skema Ponzi, skema piramida, dan penipuan lain seperti manipulasi pasar. Skema ini sering berusaha untuk mengorbankan kelompok afinitas, seperti kelompok dengan agama atau etnis yang sama, untuk memanfaatkan kepentingan bersama guna membangun kepercayaan untuk mengoperasikan penipuan investasi secara efektif terhadap mereka.
Dilansir dari TrenAsia.com, ada beragam skema penipuan investasi yang khas, misalnya, penawaran investasi rendah atau tanpa risiko, pengembalian yang dijamin, pengembalian yang terlalu konsisten, strategi yang kompleks, atau sekuritas yang tidak terdaftar.
Pelaku penipuan investasi ini bisa mulai dari penasihat investasi profesional hingga orang yang dipercaya dan berinteraksi sehari-hari, seperti tetangga atau teman.
Kemampuan penipu untuk menumbuhkan kepercayaan dari para korban membuat skema ini sangat berhasil.
Dikutip dari situs Biro Investigasi Federal (FBI), sekiranya ada enam tips atau cara untuk menghindari penipuan investasi:
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Daniel Deha pada 27 Sep 2021
Bagikan