Polres Sukoharjo
Rabu, 20 Mei 2026 22:35 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Polresta Surakarta meluruskan informasi viral terkait dugaan aksi kejahatan jalanan atau klitih yang menimpa seorang warga di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Surakarta. Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa berdarah tersebut murni dipicu oleh kesalahpahaman lalu lintas, bukan aksi klitih acak seperti kabar yang beredar luas di media sosial.
Kasihumas Polresta Surakarta, AKP Lingga Ramadhani, menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut benar terjadi pada Jumat (15/5) sekira pukul 03.15 WIB dini hari. Titik ketegangan bermula dari persimpangan Pasar Mbeling dan berlanjut hingga area depan Matahari Singosaren, Jalan Gatot Subroto.
Kronologi kejadian bermula saat korban berkendara dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di simpang Pasar Mbeling, korban berpapasan dengan pelaku yang datang dari arah barat dan hendak berbelok ke utara. Namun, pelaku mengambil jalur terlalu melebar hingga hampir memicu tabrakan di antara keduanya.
“Pada saat bersamaan, korban dan pelaku sempat saling menoleh. Setelah itu pelaku kemudian mengejar korban hingga sampai di dekat Matahari Singosaren Jalan Gatot Subroto,” ujar AKP Lingga di hadapan awak media.
Dalam aksi kejar-kejaran tersebut, pelaku mengetok helm korban menggunakan sebilah celurit kecil sebanyak dua kali. Tak sampai di situ, pelaku kemudian menyayatkan senjata tajam tersebut hingga mengenai paha kanan korban. Akibat sabetan itu, korban menderita luka robek serius dan harus menerima 10 jahitan.
Pascakejadian, korban langsung mendatangi Polsek Serengan untuk melayangkan laporan resmi. AKP Lingga menegaskan, label "klitih" yang telanjur menyebar di tengah masyarakat perlu diluruskan berdasarkan hasil pendalaman fakta di lapangan.
“Berita yang beredar di masyarakat menyebut kasus tersebut sebagai klitih. Namun setelah kami dalami, ternyata sebelumnya terjadi percekcokan terlebih dahulu antara korban dan pelaku. Jadi kejadian tersebut murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak,” tegas AKP Lingga.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Polsek Serengan bersama Satreskrim Polresta Surakarta masih terus melakukan penyelidikan intensif guna memburu dan mengungkap identitas pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau warga Solo untuk tetap tenang, beraktivitas normal, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar sebelum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Bagikan