Hari Kesehatan Mental 2026: Warga Griya Peduli PMI Jalan Sehat

Minggu, 11 Oktober 2026 17:49 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002224857.jpg
Jalan sehat Griya Peduli PMI Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober, Griya Peduli Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta menggelar kegiatan jalan sehat pada Minggu, 11 Oktober 2026. 

Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh para warga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Mental tersebut dengan penuh semangat dan antusiasme.

Jalan sehat ini diselenggarakan sebagai bagian dari aktivitas positif untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus sarana rekreasi bagi para warga. Selain menyegarkan badan, momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan kualitas hidup para penghuni Griya Peduli.

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun 2026 mengusung tema "Lived experiences heard: real voices, real change". Tema tersebut menekankan betapa pentingnya mendengarkan pengalaman nyata dari orang-orang yang hidup dengan persoalan kesehatan mental demi mewujudkan perubahan yang bermakna di tengah masyarakat.

Kepala LKS Griya Peduli PMI Kota Surakarta, Eni Wulandari, menyampaikan bahwa jalan sehat merupakan wujud pelayanan menyeluruh yang diberikan kepada warga, mencakup aspek fisik hingga psikososial. Menurutnya, kegiatan di luar lingkungan griya sangat penting untuk memberikan suasana baru dan menyegarkan pikiran para warga.

Eni Wulandari menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kesehatan fisik serta memberikan ruang berekreasi. Pihaknya berharap kegiatan rutin seperti ini dapat mendongkrak semangat, kebugaran, dan kesejahteraan para warga secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Eni Wulandari berharap melalui pendampingan yang konsisten, kondisi kesehatan mental warga Griya Peduli dapat terus membaik. Hal tersebut diharapkan dapat membangun rasa percaya diri mereka agar kelak siap untuk kembali berinteraksi, beradaptasi, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menekankan bahwa proses pemulihan para warga tidak lepas dari peran lingkungan sekitar. Dukungan dari keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar para penyandang disabilitas mental dapat menjalani proses pemulihan dengan optimal.

Melalui agenda ini, PMI Kota Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mengedepankan pendekatan kemanusiaan yang menghormati martabat, hak, serta potensi setiap individu. Momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian publik, mengikis stigma negatif terhadap disabilitas mental, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi proses pemulihan.