Sadranan
Senin, 16 Februari 2026 20:55 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

PAMEKASAN (Soloaja.co) – Karaton Surakarta Hadiningrat mempertegas ikatan sejarah dan genealogis yang telah terjalin berabad-abad dengan menggelar Kirab Sadranan dan Napak Tilas di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Agenda besar ini dilaksanakan oleh rombongan resmi utusan Sinuhun Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi, yang dipimpin langsung oleh GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), Minggu (15/02).
Kehadiran Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) membawa misi khusus untuk merawat ingatan kolektif atas peran vital trah Cakra Adi Ningrat dari Madura dalam suksesi takhta di Karaton Surakarta.
Trah Madura dalam Nadi Raja Surakarta
Secara historis, hubungan dinasti ini mencapai puncaknya pada masa PB IV yang mempersunting putri bangsawan Madura. Dari garis permaisuri inilah lahir raja-raja besar Surakarta, mulai dari PB V, PB VI, hingga berlanjut ke jalur PB IX.
Sebagai penghormatan abadi atas hubungan darah tersebut, Karaton Surakarta memiliki warisan seni adiluhung seperti Tari Bedhaya Dura Dasih ciptaan PB IV dan Ludiro Maduro karya PB V yang merefleksikan penghormatan terhadap garis ibu dari bumi Madura.
Diplomasi Budaya dan Penyerahan Naskah Sejarah
Kirab yang diikuti sekitar 65 orang—terdiri dari sentono dalem, abdi dalem prajurit, hingga ulama karaton—dimulai dari kediaman Wakil Bupati Pamekasan. Dalam momentum ini, pihak Karaton menyerahkan hasil alih aksara dan alih bahasa naskah kuno tentang sejarah perjalanan utusan Surakarta ke Madura kepada pemerintah setempat.
"Kegiatan ini adalah ikhtiar institusional untuk merawat kesinambungan sejarah dan memperkuat identitas budaya yang telah terjalin sejak abad ke-18," tegas Gusti Moeng.
Dukungan Penuh Pemerintah Pamekasan
Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, menyambut hangat rombongan utusan resmi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda budaya berkelanjutan.
"Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada utusan Karaton Surakarta. Kami siap mendukung agar kirab dan napak tilas ini menjadi bagian dari agenda resmi daerah untuk memperkuat literasi sejarah generasi mendatang," ujar Sukriyanto.
Melalui kirab ini, Karaton Surakarta Hadiningrat kembali membuktikan perannya sebagai penjaga warisan peradaban yang mampu melintasi batas wilayah melalui diplomasi kebudayaan yang humanis dan penuh nilai sejarah.
Bagikan