GSI Pelopori Peta Digital Jalur Pendakian Bukit Mongkrang, Navigasi Tanpa Sinyal

Sabtu, 19 September 2026 07:36 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002141161.jpg
GSI menyerahkan peta navigasi pendakian jalur Mongkrang pada pengelola (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) — Gerakan Solusi Indonesia (GSI) merintis peta digital jalur pendakian di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. 

Langkah ini dihadirkan melalui Gerakan Peduli Lingkungan 3M, yakni Memetakan, Mendaki, dan Membersihkan, yang bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar, Anak Gunung Lawu (AGL), serta pengelola Bukit Mongkrang.

Pelepasan tim 3M yang dipimpin Co-Founder GSI Anas Syahirul dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Dr. Abdurachman, Jumat (19/09).

“Kami mengapresiasi inovasi berbasis teknologi ini sebagai gagasan brilian untuk meminimalisir potensi pendaki tersesat maupun hal tak diinginkan lainnya di alam bebas.” Kata Abdurachman. 

Dewan Pembina GSI, Prof Pujiyono Suwadi, menuturkan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat di tengah maraknya tren mendaki gunung, khususnya di kalangan generasi muda. Peta navigasi digital ini disediakan dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh publik.

Koordinator Tim Pemetaan GSI, Hasan Achmad, menjelaskan bahwa peta geospasial tersebut diserahkan kepada pengelola Bukit Mongkrang, Edi Purwanto, bersamaan dengan pemasangan papan peta, pembagian leaflet, dan aksi pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian.

"Keunggulan dan kemudahan peta digital jalur pendakian Bukit Mongkrang meliputi: Sistem Navigasi Offline, Format Lengkap & Kompatibel dan Akses Kode QR," Ungkap Hasan Achmad.

Peta dapat diakses penuh secara offline tanpa membutuhkan sinyal seluler karena memanfaatkan teknologi GPS satelit langsung pada ponsel. Pendaki dapat mengunduh peta format PDF melalui aplikasi Avenza Maps atau SW Maps.

Bagi pelari lintas alam (trail runner), telah disediakan format GPX dan KML yang kompatibel dengan perangkat GPS maupun jam olahraga (smartwatch).

Data peta dan panduan penggunaan dapat diunduh dengan mudah dengan memindai kode QR yang terpasang pada papan informasi di pos pendakian.

Meski menjadi alat bantu navigasi yang akurat, Hasan menegaskan peta digital ini tidak menggantikan fungsi rambu lapangan, kesiapan fisik, pengamatan cuaca, maupun kepatuhan pada aturan pengelola. Pendaki dan pelari tetap diimbau untuk selalu melintas di jalur resmi demi keselamatan bersama.