Grebeg Sudiro 2026: Harmoni Kuda Api Solo Mendunia

Selasa, 03 Februari 2026 11:27 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001317437.jpg
Lurah Sudiroprajan dan ketua Panitia Grebeg Sudiro saat rilis (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Perayaan akulturasi budaya terbesar di Kota Solo, Grebeg Sudiro 2026, siap kembali memukau wisatawan dengan mengusung tema “Heritage in Harmony”. 

Event ini mengukuhkan diri sebagai satu-satunya festival tingkat kelurahan yang sukses menembus Kharisma Event Nusantara (KEN) tiga tahun berturut-turut, sekaligus meraih predikat Top 10 Event Wisata Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Panitia Grebeg Sudiro, Arsa, dalam jumpa pers di Kelurahan Sudiroprajan, Selasa (3/2/2026), mengungkapkan bahwa tahun ini akan ada inovasi besar yang menyesuaikan dengan shio Kuda Api.

“Kami akan menghiasi kawasan Pasar Gede dengan 5.000 lampion hias dan membagikan 5.000 kue keranjang kepada masyarakat. Semangat shio Kuda Api membawa energi baru bagi kerukunan di Sudiroprajan,” ujar Arsa.

Rangkaian Acara Menarik

Pesta rakyat ini akan diawali dengan Umbul Mantram, sebuah ritual doa bersama dan kirab gunungan yang dihadiri pejabat kementerian serta Pemprov Jateng. Masyarakat nantinya bisa ikut serta dalam kemeriahan rebutan gunungan dan Kembul Bujono (makan bersama) yang diiringi hiburan seni.

Bagi pecinta wisata air, Wisata Perahu Hias di Kali Pepe sudah bisa dinikmati mulai 6 hingga 21 Februari 2026 hanya dengan tiket Rp10.000. Sementara itu, Bazar UMKM dan pertunjukan seni akan memadati panggung Balai Kota Solo pada 10-16 Februari 2026.

Skala Internasional dan Target Ekonomi

Puncak acara, yakni Kirab Budaya, akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Berkolaborasi dengan ISI Surakarta, karnaval tahun ini akan dihadiri peserta asing dari 11 negara, mulai dari Jepang, Thailand, hingga Nigeria dan Kazakhstan.

Kemeriahan akan ditutup dengan pementasan kolosal Sendratari Sudiroprajan Ngumandang.
Lurah Sudiroprajan, Gustius Deni Kristiawan, mengaku bangga atas pencapaian Grebeg Sudiro yang menjadi penggerak ekonomi warga.

“Tahun 2025 kemarin perputaran uang mencapai Rp825 juta per hari. Untuk tahun 2026 ini, kami optimistis bisa menembus Rp1 miliar per hari,” tegas Gustius Deni.

Grebeg Sudiro 2026 bukan sekadar perayaan Imlek, melainkan simbol keharmonisan hidup berdampingan dalam keberagaman yang menjadi pembuka rangkaian wisata nasional di Indonesia.