Gemerlap Solo Baru: Ribuan Warga Padati Pawai Budaya

Jumat, 17 Juli 2026 06:11 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001905428.jpg
Kirab seni budaya Hari Lahir ke 80 Sukoharjo di Solobaru (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Sepanjang Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, Kecamatan Grogol, berubah menjadi lautan manusia pada Kamis (16/7) malam. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan gelaran Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo.

Antusiasme masyarakat sudah terasa sejak sore. Penonton menyemut mulai dari titik awal pemberangkatan di Bundaran Patung Pandawa hingga garis akhir di Simpang Empat The Park Mall.

Perhelatan tahun ini terasa istimewa dan mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, pawai budaya digelar pada malam hari dan dipusatkan di kawasan modern Solo Baru. Konsep anyar ini sukses menghadirkan atmosfer gemerlap yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebanyak 47 kontingen yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, komunitas, hingga kelompok masyarakat tampil memukau dengan berjalan kaki menempuh rute sekira dua kilometer. Masing-masing kontingen unjuk gigi menampilkan atraksi seni tradisional, kostum karnaval yang megah, tarian, musik kontemporer, hingga kreasi khas daerah.

Geliat Ekonomi UMKM

Selain menjadi panggung pelestarian budaya dan hiburan rakyat, event besar ini membawa berkah nyata bagi sektor ekonomi lokal. Kehadiran lautan pengunjung menjadi angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lapak-lapak kuliner dan kerajinan yang berjajar di sekitar lokasi acara dilaporkan laris manis diburu pembeli sepanjang malam.

Pawai Budaya ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Abdul Haris Widodo. Tepat pukul 19.30 WIB, bendera start dikibarkan sebagai tanda dimulainya iring-iringan.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya berangkatkan peserta pawai budaya dalam rangka Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo," ucap Haris lantang sebelum melepas kontingen pertama.

Tetap Khidmat di Tengah Transisi

Penyelenggaraan pawai tahun ini sejatinya berlangsung di bawah bayang-bayang situasi pemerintahan yang tengah menjadi sorotan publik. Sebagaimana diketahui, proses hukum saat ini sedang menjerat Bupati Sukoharjo nonaktif, Etik Suryani, pasca-operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski berada dalam masa transisi, roda pemerintahan dan agenda daerah terbukti tetap bergulir profesional. Rangkaian peringatan Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan khidmat dengan penekanan kuat pada pelestarian identitas daerah dan penguatan rasa kebersamaan warga.

Di panggung kehormatan yang berada di Simpang Empat The Park, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tampak hadir lengkap. Mereka menyambut dan memberikan apresiasi tinggi kepada setiap kontingen yang berhasil mencapai garis *finish*.