PWI
Rabu, 14 Oktober 2026 17:03 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO, soloaja.co – Solo Safari merayakan momen spesial dengan menggelar purnarupa event pemberian nama bagi bayi zebra yang lahir pada 18 September 2026 lalu. Bayi Zebra yanyangP diberi nama Gayatri Loreng merupakan anak dari pasangan zebra bernama Ojet dan Oci.
Acara yang berlangsung di Makumde Resto Solo Safari pada Rabu (14/10/2026) ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama TSTJ Ahmad Syukri Prihanto, General Manager Solo Safari Miyana, serta Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto.
Direktur Utama TSTJ, Ahmad Syukri Prihanto, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan penangkaran satwa eksotis non-endemik Indonesia tersebut. Bayi zebra berjenis kelamin betina ini berhasil melewati masa kritis observasi satu bulan pertamanya dengan kondisi yang sangat sehat dan aktif.
"Zebra ini kan bukan endemik Indonesia, melainkan dari Afrika. Keberhasilannya bisa kita ukur dari bagaimana Solo Safari berhasil melakukan breeding atau pengembangbiakan. Hari ini kita lihat kondisi bayi zebra sudah satu bulan dan sangat sehat. Mereka sudah melewati fase kritis, sudah bisa main-main dan makan sendiri," ujar Prihanto.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menambah deretan panjang kesuksesan Solo Safari dalam mengembangbiakkan satwa perlindungan maupun satwa eksotis kategori sulit, setelah sebelumnya sukses menangkarkan harimau Benggala dan banteng Jawa.
Proses kelahiran bayi zebra ini didukung penuh oleh tim terpadu yang terdiri dari animal keeper serta dokter hewan bersama paramedis animal health care Solo Safari yang siaga 24 jam. Tim medis juga terintegrasi dan berkonsultasi intensif dengan ahli dari Taman Safari Bogor sejak masa kehamilan (HPL) 11 hingga 12 bulan.
Dalam kesempatan tersebut, nama Gayatri Loreng secara resmi disematkan oleh Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto. Ia menjelaskan filosofi mendalam di balik nama indah sang bayi zebra betina tersebut.
"Nama Gayatri diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna perempuan pemberani, cantik, suci, tangguh, dan sebagai penyelamat. Sedangkan Loreng mencerminkan identitas fisiknya yang khas sekaligus simbol keberagaman warna budaya Jawa. Kombinasi Gayatri Loreng menjadi perpaduan harmonis antara filosofi Sansekerta dan simbol Jawa," jelas Sri Hartanto.
Sri Hartanto menuturkan bahwa momen ini merupakan kali pertama PWI Surakarta mendapat kehormatan memberikan nama untuk koleksi satwa di Solo Safari. Ke depan, PWI Surakarta siap bersinergi dan berkolaborasi memperkuat Solo Safari sebagai ikon wisata unggulan yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. ***
Bagikan