APG 2026
Sabtu, 17 Oktober 2026 19:38 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

NAGOYA (Soloaja.co) — Kontingen boccia Indonesia mengawali langkah di Asian Para Games (APG) 2026 dengan hasil sempurna. Bertanding di Nagoya City General Gymnasium, Sabtu (17/10/2026), para atlet Merah Putih sukses menyapu bersih seluruh enam pertandingan di hari pertama lewat perpaduan gaya yang unik, dari gaya nyentrik penuh psywar hingga ketenangan khas "Putri Solo".
Muhammad Afrizal Syafa yang turun di nomor individu putra BC1 mencuri perhatian saat membuka laga perdana melawan wakil Kazakhstan, Yerkhat Almat. Afrizal tampil beda dengan gaya rambut yang dicat biru terang.
"Saya warnain biru karena bola boccia itu biru dan merah. Kalau merah kan sudah banyak, makanya saya pilih biru," ungkap Afrizal sambil tertawa.
Meski sempat tertinggal 0-3 di babak pertama, Afrizal berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-3 berkat ketenangan dan strategi provokasi terukurnya. Setiap kali lemparannya tepat sasaran, ia melontarkan teriakan keras untuk menekan mental lawan.
"Di game awal saya memang masih cari feel. Teriakan itu sebenarnya buat pressure lawan saja, dan saya coba lebih tenang menikmati pertandingan," ujar atlet asal Kota Solo tersebut.
Berbeda dengan Afrizal, Gischa Zayana tampil lebih anggun dan mengandalkan senyum ketenangannya di kategori individu putri BC2. Sempat nervous dan tertinggal dua angka dari wakil Kamboja, Sas Sorn, sang "Putri Solo" berhasil bangkit dan mengunci kemenangan telak 7-2.
Gischa, yang menjadi satu-satunya atlet Indonesia dengan dua laga di hari pertama, melanjutkan tren positifnya di pertandingan kedua grup B dengan membantai wakil Kirgistan, Zhazira Satybaldyeva, tanpa balas 20-0.
"Tadi sempat nervous melihat stadion yang ramai. Setelah itu saya coba menguatkan mental dan lebih tenang. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mendapatkan medali," tegas atlet kelahiran 3 Mei 2005 itu.
Kedua kemenangan tersebut melengkapi dominasi total tim Indonesia yang melibas seluruh laga di hari pertama:
| Atlet | Kategori | Lawan (Negara) | Skor Akhir |
|---|---|---|---|
| Muhammad Afrizal Syafa | BC1 Putra | Yerkhat Almat (Kazakhstan) | 4 - 3 |
| Handayani | BC1 Putri | U Kei Tang (Macau) | 13 - 0 |
| Gischa Zayana (Laga 1) | BC2 Putri | Sas Sorn (Kamboja) | 7 - 2 |
| Muhammad Bintang Satria | BC2 Putra | Nizomiddin Khayriddinnov (Uzbekistan) | 13 - 1 |
| Felix Ardi Yudha | BC2 Putra | Irmuun Khurelbaatar (Mongolia) | 17 - 0 |
| Gischa Zayana (Laga 2) | BC2 Putri | Zhazira Satybaldyeva (Kirgistan) | 20 - 0 |
Pelatih Boccia Indonesia, Argya Setya Wimala, menyampaikan bahwa laga pembuka ini menjadi bahan evaluasi penting agar para atlet bisa bermain lebih tenang di partai-partai selanjutnya. Setelah jeda satu hari, tim boccia Indonesia akan kembali melanjutkan perjuangan mereka pada Senin (19/10/2026).
Bagikan