Fokus Investasi, Ekonom UI Apresiasi Arah Ekonomi Prabowo-Gibran

Jumat, 25 September 2026 09:08 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002164474.jpg
Prof Telisa Pakar Ekonomi UI (Soloaja)

JAKARTA (Soloaja.co) — Arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menempatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja sebagai fokus utama di tengah dinamika global, mendapat apresiasi Pakar Ekonomi UI, Prof. Telisa Falianty. Ia menilai indikator makro ekonomi nasional berada dalam kondisi yang baik.

"Pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5 persen, inflasi terkendali di kisaran 3 persen, dan tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 4,65 persen. Dari sisi mikro, tren kemiskinan dan ketimpangan dalam lima tahun terakhir menunjukkan perbaikan." kata Prof. Telisa dalam acara dialog di salah satu stasiun TV swasta di Jakarta (24/09).

Prof Telisa menilai arah kebijakann pemerintah saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat, bagaimana mendatangkan investasi, kemudian iuran BPJS, tarif listrik ditahan agar tidak naik, dan menjaga fiskal agar program prioritas ini bisa terus berjalan.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan di lapangan, khususnya untuk memastikan program lapangan kerja seperti pemagangan tersosialisasi dengan baik melalui kerja sama bersama pemerintah daerah dan media.

Pemerintah juga perlu memberikan perhatian khusus serta stimulus bagi kelompok kelas menengah yang rentan terhadap guncangan geopolitik.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Bakom RI, Fithra Faisal, Ph.D., mengungkapkan adanya transformasi struktur ekonomi yang kini mulai ditopang oleh investasi, bukan lagi sekadar consumption-driven.

"Kita sudah ada perubahan struktur yang tadinya fokus ke konsumsi sekarang bergerak ke investasi. Dari kuartal IV tahun 2025 hingga kuartal I dan II 2026 tumbuh positif," kata Fithra.

Komitmen investasi strategis dari berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, dan China menunjukkan pergeseran menuju roadmap pembangunan berbasis nilai tambah.

"Investasi yang lain akan terus berdatangan dari hasil anjang ke Jepang, Jerman, Perancis, Rusia, dan China. Negara-negara ini memiliki komitmen investasi yang sangat strategis," jelasnya.

Fithra juga mengingatkan agar pertumbuhan investasi tetap diiringi dengan ekonomi yang inklusif untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di sejumlah daerah, sejalan dengan fokus utama presiden untuk melakukan transformasi menyeluruh demi keadilan sosial.

Kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran yang berfokus pada investasi dan penciptaan lapangan kerja  dinilai mampu memperkuat fondasi makro ekonomi sekaligus mendorong pembangunan inklusif yang berkeadilan sosial bagi masyarakat.