Unik
Selasa, 30 Maret 2021 23:00 WIB
Penulis:Kusumawati
SOLO (Soloaja.co) - Usulan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas pemberian gelar kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara VII, sebagai pahlawan nasional di bidang penyiaran, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya Forum Budaya Mataram (FBM).
"Pemberian gelar pahlawan nasional di bidang penyiaran sangat layak disematkan untuk KGPAA Mangkunegara VII yang memprakarsa berdirinya radio Solosche Radio Vereniging (SRV) sebagai radio pertama yang dimiliki Bangsa Indonesia," kata Ketua FBM BRM Kusumo Putro, Selasa 30 Maret 2021.
Indonesia punya Ki Hadjar Dewantara sebagai pahlawan bidang pendidikan, Tirto Adhi Soerjo sebagai pahlawan bidang pers, kemudian ada Usmar Ismail yang didorong oleh Kemendikbud agar ditetapkan sebagai pahlawan bidang perfilman, dan beberapa tokoh lain.
"Namun begitu, hingga saat ini Indonesia belum memiliki pahlawan penyiaran. Padahal, sejak jaman sebelum merdeka, kita memiliki banyak tokoh dalam bidang penyiaran. Ini tentu sangat ironis," ujar Kusumo, tokoh pemuda Solo.
Sejarah mencatat, Mangkunegara VII melalui SRV juga terlibat memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Tidak dengan mengangkat senjata, tetapi melalui media komunikasi penyiaran sekaligus menjadikannya sebagai alat melestarikan budaya Indonesia.
"Melalui radio SRV inilah Mangkunegara VII juga menunjukkan eksistensi budaya nusantara yang adiluhung kepada dunia," katanya.
Oleh karena itu, melalui FBM yang beranggotakan tokoh - tokoh pemerhati dan pecinta budaya, khususnya Jawa ini, Kusumo juga merasa berkepentingan ikut mendukung agar pemerintah menetapkan Mangkunegara VII sebagai pahlawan nasional penyiaran.
Sebelumnya, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio dalam rangkaian acara peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke 88 tahun 2021 yang dipusatkan di Kota Solo menyampaikan, bahwa pihaknya mengusulkan Mangkunegara VII menjadi pahlawan nasional bidang penyiaran.
Alasannya, raja Kadipaten Praja Mangkunegaran yang dibantu Sarsito Mangunkusuma itu berjasa besar mendirikan radio SRV pada 1 April 1933. Peristiwa itu dinilai menjadi titik awal lahirnya penyiaran di Tanah Air.
Selain sebagai alat perjuangan, radio SRV juga digunakan Mangkunegara VII untuk promosi kebudayaan Indonesia ke dunia luar.
Seperti diketahui, Harsiarnas diperingati setiap tanggal 1 April. Penetapan ini dibuat tahun 2019 lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Harsiarnas
Pertimbangannya, pada tanggal tersebut, yaitu 1 April 1933 adalah hari berdirinya radio SRV di Kota Solo, Jawa Tengah.
Bagikan