FAI UMS Gelar Talkshow Layanan Kemahasiswaan

Selasa, 02 Juni 2026 15:10 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001732368.jpg
Talkshow FAI UMS Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co)— Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar talkshow layanan kemahasiswaan bagi seluruh mahasiswa semester 2 di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (2/6).

Kegiatan ini menghadirkan pakar hukum, psikologi, serta layanan kemahasiswaan guna mengedukasi mahasiswa mengenai perlindungan hukum, kesehatan mental, dan fasilitas kampus.
Dekan FAI UMS, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa talkshow ini merupakan langkah mitigasi konkret dalam mencegah kekerasan dan perundungan di lingkungan akademik.

“Kita berusaha jangan sampai kampus UMS itu muncul benih-benih yang kaitannya gejala kejiwaan yang tidak sehat, maupun tindakan bullying,” ujar Mohamad Ali.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan soft skill yang krusial untuk masa depan mereka di dunia kerja.

Perlindungan Hukum dan Satgas Kampus

Materi krusial mengenai aspek hukum disampaikan oleh Dr. Marisa Kurnianingsih, Kepala Bidang Hukum sekaligus Kepala Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Sekretariat Universitas. Marisa memaparkan pentingnya mahasiswa memahami hak dan kewajiban mereka demi terciptanya ketertiban dan keadilan.

Ia juga mengimbau mahasiswa untuk waspada terhadap berbagai bentuk pelanggaran digital maupun fisik, seperti:
* Perundungan (bullying) dan kekerasan di media sosial.
* Pelanggaran asusila dan kekerasan seksual.
* Penyalahgunaan obat terlarang serta tindakan penipuan.

Marisa mengingatkan agar korban berani melapor dan mengamankan barang bukti untuk proses penanganan lebih lanjut. “Yang harus malu itu bukan korbannya. Yang malu harus pelakunya,” tegas Marisa secara lugas.

Kesadaran Kesehatan Mental Meningkat

Dari perspektif psikologis, Dr. Mahasri Shobabiya, M.Psi., Psikolog, memperkenalkan *Student Mental Health and Well-being Support* (SMHWS) UMS sebagai ruang aman dan rahasia bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan mental.

Mahasri menyoroti fenomena tingginya pencarian informasi kesehatan mental yang terus melonjak sejak era pandemi Covid-19 hingga saat ini. Menurutnya, tren tersebut mengindikasikan dua hal: meningkatnya kesadaran masyarakat, atau banyaknya individu yang mulai merasakan gejala gangguan psikologis dan mencoba mencari jawaban secara mandiri.

Menutup rangkaian acara, Kasubdit Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan UMS, Siti Azizah Susilawati, Ph.D., memaparkan berbagai program pengembangan diri serta peluang beasiswa yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa aktif (on-going) UMS demi mendukung keberhasilan studi mereka.