media sosial
Selasa, 28 April 2026 16:11 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Suasana khidmat menyelimuti Stasiun Sukoharjo pada Selasa (28/04). Puluhan siswa dari SDN Gayam 5 menggelar aksi keprihatinan dan doa bersama sebagai bentuk simpati atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi beberapa waktu lalu.
Aksi ini dimulai dengan *long march* singkat. Sekitar 20 anak berjalan kaki dari sekolah mereka menuju stasiun yang hanya berjarak sekitar 15 meter. Sambil berjalan, mereka membentangkan poster hasil karya sendiri yang berisi gambar kereta api serta tulisan penuh doa seperti "Pray for KRL Bekasi".
Bunga untuk Masinis dan Doa untuk Korban
Sesampainya di peron, para siswa tidak hanya diam. Mereka membagikan buket bunga dan mawar kepada petugas stasiun serta masinis yang sedang berhenti. Krisna, siswa kelas 5 SDN Gayam 5, mengaku aksi ini dilakukan karena mereka merupakan pengguna setia kereta api.
"Tadi kita memberikan bunga sebagai tanda duka cita. Kami ingin mendoakan agar tidak terjadi lagi kecelakaan, karena kami suka naik kereta dan tidak ingin merasa takut saat menaikinya," ungkap Krisna polos.
Inisiatif dari Kedekatan Geografis
Kepala Sekolah SDN Gayam 5, Rika Purwanti, menjelaskan bahwa aksi ini lahir dari rasa empati yang kuat karena lokasi sekolah yang berdampingan dengan stasiun.
"Kami ikut merasakan duka atas kejadian di Bekasi kemarin. Selain itu, kami ingin menguatkan mental anak-anak agar tetap mencintai kereta api sebagai moda transportasi yang aman," jelas Rika.
Hal senada disampaikan pegiat literasi, Danar Gatotkaca, yang mendampingi aksi tersebut. Ia menceritakan momen haru saat anak-anak memeluk kepala stasiun.
"Anak-anak melukis dari pagi, lalu memberikan mawar kepada masinis saat kereta lewat. Kami berdoa agar korban diterima di sisi-Nya, yang sakit segera sembuh, dan petugas selalu lancar menjalankan tugas tanpa ada tragedi lagi," tuturnya.
Apresiasi dari Pihak Stasiun
Kepala Stasiun Sukoharjo, Yoga Ajijaya Pratista, mengaku sangat terharu dengan dukungan dari para siswa. Menurutnya, kepedulian masyarakat adalah kunci keselamatan perjalanan kereta.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian adik-adik SDN Gayam 5. Mereka adalah generasi penerus yang menaruh kepedulian tinggi terhadap keselamatan kereta api," ujar Yoga.
Yoga menambahkan, lintas Sukoharjo-Wonogiri sendiri melayani empat perjalanan kereta api setiap harinya, di mana mayoritas penumpangnya adalah siswa sekolah yang pulang pergi dari Sukoharjo ke Wonogiri. Dukungan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara PT KAI dan masyarakat sekitar stasiun dalam menjaga keamanan perjalanan.
Bagikan
media sosial
5 bulan yang lalu