BPJS ketenagakerjaan
Senin, 04 Mei 2026 12:31 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

WONOGIRI (Soloaja.co) - Peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday tahun 2026 di Kabupaten Wonogiri digelar secara sederhana dalam bentuk sarasehan di Ruang Khayangan Kompleks Setda Kabupaten Wonogiri, Senin (4/5).
Mengusung tema Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja, acara ini menjadi momentum peluncuran penguatan program perlindungan bagi para pekerja rentan.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendukung program Wonogiri Go Keren (Wonogiri Perlindungan Pekerja Rentan). Program ini merupakan langkah nyata dalam memberikan kepastian jaminan sosial bagi tenaga kerja yang selama ini secara finansial memiliki keterbatasan untuk membayar iuran kepesertaan secara mandiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, menjelaskan bahwa program Go Keren bertujuan menggugah partisipasi masyarakat dan pengusaha yang mampu untuk membantu mengikutsertakan para pekerja rentan di sekitarnya.
Skema yang ditawarkan antara lain adalah himbauan bagi satu ASN atau P3K untuk melindungi minimal satu pekerja rentan di lingkungan terdekat mereka, seperti asisten rumah tangga, sopir, atau tetangga.
Langkah ini diambil mengingat tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Wonogiri saat ini masih berada di bawah angka 30 persen.
Dengan adanya surat edaran Bupati, diharapkan kepesertaan dapat terdongkrak naik hingga mencapai 40 persen atau lebih, mengingat potensi ASN dan P3K di Wonogiri mencapai sekitar 13.000 orang. Selain ASN, sektor pertanian yang memiliki sekitar 160 ribu buruh tani juga menjadi sasaran prioritas perlindungan sosial tersebut.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta, Teguh Wiyono, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk memasifkan program ini. Selain melalui partisipasi personal ASN, pelaksanaan perlindungan ini juga didasarkan pada regulasi daerah yang memungkinkan penggunaan anggaran APBD maupun Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).
Dalam sarasehan tersebut, dilakukan pula penyerahan klaim santunan jaminan sosial secara simbolis. Penyerahan ini menjadi bukti nyata pentingnya jaminan kematian dan jaminan hari tua bagi kesejahteraan keluarga pekerja di Wonogiri.
Santunan diberikan kepada ahli waris almarhum Endri dari BPR BKK Wonogiri dengan total manfaat mencapai Rp158.344.723, serta kepada ahli waris almarhum Irfan Adhy Purnama dari RSU Astrini dengan total nominal Rp52.495.452.
Bagikan