BPKH Serahkan Gedung IEBC, UNS Siapkan Prodi Ekonomi Syariah

Selasa, 10 Februari 2026 17:26 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001344947.jpg
Serah Terima gedung IEBC dari BPKH pada UNS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kini memiliki pusat kajian baru dengan diserahterimakannya gedung Islamic Economics and Business Center (IEBC), Selasa (10/2). Pembangunan gedung yang berlokasi di Fakultas Ekonomi (FE) UNS ini merupakan bantuan dari Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2025.

Gedung yang dibangun dengan nilai investasi mendekati Rp1 miliar ini dikerjakan oleh Rumah Zakat sebagai mitra kemaslahatan. Proses serah terima dilakukan secara simbolis meski pengerjaan fisik telah mencapai tahap akhir.

Pusat Riset dan Cikal Bakal Prodi Baru

Rektor UNS, Prof. Hartono, mengungkapkan bahwa gedung IEBC akan difungsikan sebagai pusat kajian dan riset ekonomi syariah. Menariknya, inisiasi gedung ini juga memicu lahirnya Program Studi (Prodi) baru di UNS.

"Lewat inisiasi pembangunan gedung inilah akhirnya dirintis Prodi Ekonomi dan Keuangan Islam. Rencananya, prodi baru ini akan mulai menerima mahasiswa pada semester depan," ujar Prof. Hartono. Ia berharap IEBC memberikan manfaat luas bagi warga kampus maupun masyarakat Surakarta dan Indonesia secara umum.

Transparansi Dana Haji untuk Pendidikan

Dewan Pengawas (Dewas) BPKH, Mulyadi, menjelaskan bahwa bantuan ini berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji yang dikelola secara transparan dan akuntabel. BPKH memilih UNS karena statusnya sebagai universitas yang berkembang pesat dan menjadi sentral pendidikan.

"Ini adalah wujud kontribusi dana haji untuk kemaslahatan umat di bidang pendidikan. Kami juga membuka ruang kolaborasi lain dengan UNS, seperti seminar haji maupun sosialisasi peran BPKH di tengah masyarakat," jelas Mulyadi.

Mulyadi menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan adalah kunci keberlanjutan ekonomi syariah. "Pusat kajian ini bertujuan mencetak talenta ekonomi syariah yang kompeten melalui teori dan praktik yang aplikatif, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prinsip ekonomi yang adil sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari" ujarnya.

​Dengan fasilitas ini, BPKH berharap literasi ekonomi syariah masyarakat dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pasar halal dunia melalui penguatan SDM dari bangku kuliah.

Target Tuntas 14 Februari

CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, S.H., M.M., melaporkan bahwa saat ini progres fisik bangunan sudah mencapai 98 persen. Pihaknya menjamin pembangunan akan rampung sepenuhnya dalam hitungan hari.

"Tiga hari lagi selesai tuntas, tepat pada 14 Februari. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan FE UNS dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di masa mendatang," tutur Irvan.

Kehadiran gedung IEBC ini diharapkan mampu memperkuat posisi Solo sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dan lembaga pengelola dana umat.