BPKH Distribusi Living Cost Jemaah Haji Kloter 6 di AHD Solo

Sabtu, 25 April 2026 15:36 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001605918.jpg
Perwakilan jemaah haji Brebes menerima living cost dari BPKH (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Proses distribusi living cost atau uang saku bagi jemaah haji Indonesia terus dilakukan secara bertahap di berbagai embarkasi di seluruh Indonesia. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Embarkasi Solo, sebagai bagian dari rangkaian pelayanan kepada jemaah haji sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Pada kesempatan tersebut, Jemaah Calon Haji Kloter 6 asal Brebes tiba di Asrama Haji Donohudan untuk memulai proses persiapan keberangkatan. Setibanya di embarkasi, jemaah langsung mengikuti rangkaian layanan terpadu, termasuk penerimaan uang saku atau living cost. Suasana proses distribusi berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif.

Petugas memastikan setiap jemaah menerima haknya dengan baik sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah haji menerima uang saku sebesar 750 Riyal Arab Saudi (SAR) per orang. 

Uang saku ini dipersiapkan sebagai bekal operasional selama berada di Tanah Suci, baik untuk kebutuhan harian tambahan maupun untuk pemenuhan kewajiban pembayaran DAM atau denda haji.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan haji dilakukan secara amanah dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jemaah. Beliau memaparkan bahwa BPKH diamanahkan untuk mengelola keuangan haji yang terus tumbuh. 

Pada tahun 2025, BPKH memperoleh nilai manfaat sekitar Rp12 triliun dengan dana kelolaan total mencapai Rp180 triliun. Nilai manfaat tersebut didistribusikan kepada jemaah tunggu maupun jemaah yang berangkat, termasuk dalam bentuk living cost sebesar 750 Riyal.

Manfaat dari distribusi ini dirasakan langsung oleh jemaah. Hardiyanto, salah satu jemaah dari Embarkasi Solo, menyampaikan bahwa uang saku tersebut sangat membantu kebutuhannya selama menjalankan ibadah haji, terutama untuk membayar DAM dan sebagai pegangan selama berada di Arab Saudi.

Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, jemaah juga mendapatkan layanan One Stop Service di embarkasi. Melalui sistem ini, seluruh proses pelayanan dilakukan secara terintegrasi dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan data, pemasangan gelang identitas, pengecekan dokumen nusuk, hingga penerimaan uang saku. 

Melalui pelayanan yang terintegrasi dan terencana, diharapkan seluruh proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.