Bank Jateng Wonogiri Edukasi dan Literasi Cegah Gen Z Terjerat Judol dan Pinjol

Sabtu, 19 September 2026 16:02 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002142994.jpg
Bank Jateng cabang Wonogiri memberi edukasi dan literasi keuangan untuk gen Z (Soloaja)

WONOGIRI (Soloaja.co) — Bank Jateng Cabang Wonogiri memberikan edukasi dan tips mengelola keuangan bagi generasi muda (Gen Z), khususnya mereka yang tengah merintis usaha mandiri. Langkah ini dilakukan untuk membentengi para pemuda dari bahaya maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pesan tersebut disampaikan oleh Area Manager Kredit Mikro Bank Jateng Cabang Wonogiri, Wisnu Wardhana, saat menjadi pembicara dalam acara Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat (18/9/2026). 

Agenda yang diinisiasi oleh Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri, dan Bank Jateng Cabang Wonogiri ini diikuti sekitar 130 peserta dari unsur OSIS, Pramuka, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta karang taruna.

Wisnu menegaskan, maraknya pinjol dan judol menjadi ancaman nyata bagi Stabilitas ekonomi generasi muda. Pergeseran gaya hidup konsumtif serta dorongan untuk terlihat sukses secara instan, ditambah kemudahan akses teknologi finansial hanya dengan modal KTP dan smartphone, kerap memicu Gen Z terjebak utang berbunga tinggi yang rata-rata melampaui 40 persen.

"Kondisi keuangan yang tertekan akibat utang konsumtif kerap memicu keputusasaan hingga mencari jalan pintas lewat judi online dengan ilusi cepat kaya. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa judi online menggunakan sistem algoritma mesin yang tidak akan pernah memberi kemenangan kepada pemainnya. Ujungnya sudah pasti kehancuran finansial," tegas Wisnu.

Ia mengingatkan bahwa fasilitas kredit perbankan sejatinya merupakan alat untuk mengakselerasi ekspansi usaha, bukan untuk membiayai aset konsumtif yang nilainya cepat menyusut. 

Menurutnya, Gen Z perlu berani berwirausaha secara terukur dengan memanfaatkan peluang era digital seperti e-commerce, pemasaran afiliasi, hingga inovasi produk lokal. Namun, ia mewanti-wanti agar pengusaha pemula tidak terkecoh oleh besarnya omzet dan tetap fokus pada laba bersih (net profit).

Guna memudahkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pemula dalam mengakses pembiayaan perbankan, Wisnu membagikan dua prinsip fundamental, yaitu memisahkan rekening usaha dari rekening pribadi agar arus kas tidak terganggu kebutuhan konsumtif, serta disiplin melakukan pembukuan keuangan dan menjaga riwayat transaksi perbankan agar dinilai bankable.

Selain Bank Jateng, acara ini turut menghadirkan jajaran narasumber lain, di antaranya Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Hery Somantri, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, serta Co-Founder GSI Anas Syahirul. 

Sesi diskusi juga diwarnai dengan berbagi inspirasi bersama Local Hero Wonogiri Yosep Bagus, Pegiat Literasi Digital Niken Satyawati, dan Mahasiswa Berprestasi Wonogiri Ajeng Adela Selandani.