belanja
Kamis, 24 September 2026 17:12 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Akhir-akhir ini istilah konsumerisme sering dibicarakan oleh warganet di media sosial. Hal itu bisa jadi dikaitkan dengan isu seorang influencer yang dinilai memiliki gaya konsumerisme dan menggelar pesta mewah di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang.
Tidak dapat dipungkiri, kita memang sering melihat berbagai influencer atau Key Opinion Leader (KOL) yang membagikan shopping haul, spill link dari outfit yang dikenakannya dan sebagainya.
Namun, hal ini juga jadi sorotan bagi banyak orang, karena bisa menimbulkan dampak negatif yaitu mendorong penonton konten tersebut untuk mengikuti gaya hidup yang dibagikan oleh influencer di medsosnya.
BACA JUGA: BI Tahan Suku Bunga, Begini Dampaknya ke Dompet dan Cicilan Anak Muda
Namun, sebenarnya apa arti konsumerisme dan apa bedanya dengan sekadar gemar berbelanja? Yuk, kenali lebih jauh pengertian konsumerisme dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari!
Seperti yang dilansir dari Investopedia, konsumerisme adalah suatu pandangan yang menyoroti peningkatan aktivitas konsumsi yang didorong oleh pasar bisa meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan lewat belanja berbagai barang atau menggunakan jasa tertentu.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsumerisme lebih merujuk pada kecenderungan seseorang untuk menjalani gaya hidup yang sangat ingin memiliki suatu barang.
Hal ini bisa terlihat dengan kebiasaan berbelanja secara berlebihan, boros, atau sengaja membeli barang tertentu untuk menunjukkan status sosial.
BACA JUGA: 5 Cara Simpel Kurangi Pengeluaran yang Sering Tidak Disadari
Konsumerisme sering menjadi sasaran kritik karena dampak yang ditimbulkan terhadap budaya dan kehidupan sosial. Sebagian orang menilai konsumerisme dapat memicu masyarakat yang semakin materialistis dan menyingkirkan nilai-nilai lainnya yang mungkin lebih penting.
Tidak hanya itu, konsumerisme juga bisa memicu seseorang mengambil utang dalam jumlah berlebihan. Jika kondisi ini terus dibiarkan dan terjadi secara luas, hal ini bisa memicu krisis keuangan dan resesi.
Dari sisi lingkungan, konsumerisme dapat meningkatkan polusi dan peningkatan jumlah sampah.
Konsumerisme juga bisa berdampak di sisi psikologis. Kebiasaan ini dapat dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan mengenai status sosial. Seseorang dapat merasa tertekan karena ingin mengikuti gaya hidup orang lain atau tidak ingin dianggap tertinggal.
BACA JUGA: Sudah Punya iPhone 17 Pro, Haruskah Ganti ke iPhone 18 Pro? Ini Pertimbangannya
Itu tadi penjelasan soal konsumerisme dan dampak negatifnya. Apakah kamu juga ikut mengalami hal ini?
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 24 Sep 2026
Bagikan