UMS
Sabtu, 10 Januari 2026 21:50 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan delegasi penting dari Angkatan Darat Kerajaan Thailand (Royal Thai Army) pada Kamis (8/1). Kunjungan yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sorawoot Chaiyabutr ini bertujuan menjajaki potensi kerja sama pendidikan bagi keluarga dan personel militer Muslim Thailand.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Sidang Rektorat UMS ini merupakan bagian dari kebijakan Royal Thai Army untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit melalui pengembangan pendidikan formal, mulai dari jenjang sarjana hingga program pelatihan jangka pendek.
Wakil Rektor UMS, Prof. Supriyono, Ph.D., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia memaparkan bahwa UMS yang saat ini berakreditasi Unggul telah menampung sekitar 35.000 mahasiswa, termasuk 200 mahasiswa internasional.
Perkuat Hubungan Pendidikan yang Sudah Ada
Prof. Supriyono juga menyoroti hubungan baik yang telah terjalin antara UMS dengan Thailand sejak tahun 2009. Sejak saat itu, banyak mahasiswa asal Thailand Selatan, khususnya dari Yala, Narathiwat, dan Pattani, memilih UMS untuk melanjutkan studi.
“Bahkan para alumni tersebut kini turut membantu proses rekrutmen mahasiswa baru dari Thailand,” ungkapnya.
Mayor Jenderal Sorawoot Chaiyabutr mengapresiasi kontribusi UMS dan menegaskan komitmen Royal Thai Army untuk memperkuat hubungan kerja sama ini. Ia menyebut, Indonesia, khususnya UMS, menawarkan lingkungan yang aman dan memiliki kedekatan budaya bagi keluarga militer Muslim yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
UMS Siap Buka Kuota Khusus dan Beasiswa
Dalam sesi diskusi, UMS, melalui Prof. Supriyono, menegaskan keterbukaannya untuk menerima mahasiswa dari Royal Thai Army di berbagai program studi, mulai dari kesehatan, teknik, hukum, hingga pendidikan.
Atase Angkatan Darat Kerajaan Thailand di Jakarta, Kolonel Supakarn Jindawat, menyatakan ketertarikannya pada skema beasiswa dan kemungkinan penyusunan kuota penerimaan khusus untuk kalangan militer Thailand.
Menanggapi hal ini, Wijianto, M.Eng.Sc., Kasubdit Hospitalitas UMS, menjelaskan bahwa selain prosedur pendaftaran umum, UMS terbuka untuk menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang lebih spesifik, termasuk penentuan kuota atau bantuan biaya studi melalui kerja sama institusional.
Sebagai penutup, Nuro Sabuela, salah satu mahasiswa Magister asal Thailand penerima beasiswa KNB, berbagi pengalamannya. Ia menuturkan bahwa lingkungan UMS sangat ramah bagi mahasiswa Thailand karena adanya kedekatan budaya dan keterbukaan bagi mahasiswa lintas agama.
Kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti pembahasan teknis penyusunan MoU sebagai landasan resmi kerja sama pendidikan yang diharapkan dapat memperkuat hubungan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim Thailand.
Bagikan