PT Telkom Indonesia
Selasa, 13 Oktober 2026 09:10 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. Langkah strategis ini sejalan dengan penataan portofolio BUMN yang didorong oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN, sekaligus menjadi bagian dari transisi Telkom menuju Strategic Holding melalui inisiatif TLKM 30.
Dari total 50 entitas yang masuk dalam target penataan, Telkom telah menyelesaikan streamlining terhadap 24 entitas hingga semester pertama 2026. Proses untuk 26 entitas sisanya terus dimaksimalkan agar rampung pada tahun ini sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang berlaku.
Sebagai salah satu BUMN dengan ekosistem anak usaha terbesar, penataan ini dirancang untuk mengatasi kompleksitas pengelolaan, tumpang tindih usaha, serta mendorong efisiensi operasional agar grup perusahaan dapat bergerak lebih lincah (agile).
Melalui penataan ini, Telkom membagi fokus bisnisnya ke dalam empat segmen utama (delayering), yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Langkah restrukturisasi ini diharapkan memperkuat landasan Telkom untuk mencapai target valuasi perusahaan melampaui Rp550 triliun pada tahun 2030.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan bahwa percepatan ini diimbangi dengan kehati-hatian dalam mengevaluasi setiap anak usaha.
“Arahan pemegang saham kami maknai sebagai mandat untuk bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian. Karena itu, setiap entitas kami evaluasi secara menyeluruh, apakah relevan dengan bisnis inti, berkontribusi pada nilai grup, dan memiliki prospek yang jelas,” ujar Nanang dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Nanang menambahkan, pelepasan portofolio bisnis dengan margin kecil terbukti berdampak positif pada profitabilitas perusahaan. Pada kuartal II/2026, Telkom berhasil mencatatkan kinerja solid dengan margin EBITDA konsolidasi yang kembali menembus angka di atas 50%.
Langkah efisiensi dan reorganisasi ini juga mendapat tanggapan positif dari internal perusahaan. Ketua Umum Serikat Karyawan (SEKAR) Telkom, Nashri, menyatakan dukungannya terhadap transformasi yang tengah berjalan.
“SEKAR Telkom mendukung streamlining sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis Telkom. Kami juga mengapresiasi komunikasi yang telah terjalin dengan baik. Kami meyakini keberhasilan transformasi perusahaan harus berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif,” ungkap Nashri.
Dalam mengeksekusi streamlining, Telkom memastikan seluruh proses berjalan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR) melalui kajian komprehensif bersama pihak ketiga independen.
Selain itu, Telkom menempatkan perlindungan hak-hak sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama, dengan memastikan setiap penyesuaian dilakukan secara transparan, sukarela, dan berkeadilan.
Bagikan