Akselerasi JAFA: UNISRI Targetkan Lonjakan Mutu Dosen

Rabu, 10 Juni 2026 14:08 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001761405.jpg
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd (Screenshot)

SOLO (Soloaja.co) — Menjawab tantangan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta serta dinamika regulasi kementerian terbaru, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bergerak cepat. Melalui kolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah VI, UNISRI menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 175 dosen secara daring via Zoom Meeting, Rabu (10/6).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk mempercepat penambahan jumlah dosen yang mengantongi Jabatan Akademik minimal Asisten Ahli. Selain itu, para dosen dibekali pemahaman mendalam mengenai sistem penilaian internal berbasis Pedoman Operasional.

“Ini langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dosen UNISRI secara berkelanjutan,” ujar Prof. Nanik.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Tim Kerja SDPT LLDIKTI VI, Lis Setyowati, S.Sos., M.H., yang mengupas tuntas teknis pengajuan JAFA, pemenuhan syarat khusus, hingga optimalisasi platform pendukung digital.

Bukan Sekadar Karir, Tapi Profesionalisme
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang II UNISRI, Dr. Edi Wibowo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Dr. Edi menekankan bahwa kepemilikan JAFA memiliki esensi yang jauh lebih besar daripada sekadar tangga karir personal.

“JAFA merupakan cerminan profesionalisme tenaga pendidik. Dosen dituntut adaptif, produktif, dan inovatif. Lembaga berkomitmen mengawal, memfasilitasi, dan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses ajuan kenaikan pangkat,” tegas Dr. Edi.

Peluang Regulasi Baru dan Catatan Evaluasi
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., yang turut memberikan arahan, membawa angin segar terkait regulasi baru. Beliau memaparkan bahwa Permendiktisaintek 39 Tahun 2026 dan Permendiktisaintek 52 Tahun 2025 kini membuka peluang emas bagi dosen berprestasi internasional untuk melakukan lompat jabatan.

Meski demikian, Prof. Aisyah juga memberikan sejumlah catatan penting yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi UNISRI. Di antaranya masih adanya dosen yang puluhan tahun stagnan tanpa mengajukan kenaikan jenjang, serta adanya dosen bergelar S3 yang statusnya masih Asisten Ahli.

Berdasarkan data integrasi SIBRAJA dan PDDikti, saat ini UNISRI tercatat memiliki total 177 dosen. Dari jumlah tersebut, komposisi jabatan akademiknya meliputi 7 orang Guru Besar, 24 orang Lektor Kepala, 60 orang Lektor, 34 orang Asisten Ahli, serta 2 orang masih tanpa jenjang. 

Gabungan Guru Besar dan Lektor Kepala baru mencapai 31 orang atau sekitar 17,7 persen. Sementara untuk kualifikasi pendidikan, dosen yang sudah menempuh jenjang S3 berjumlah 37 orang.

Melalui program pendampingan intensif ini, manajemen UNISRI berkomitmen penuh untuk mengurai sumbatan kendala administratif dan teknis. Akselerasi kenaikan jabatan fungsional ini diharapkan menjadi motor penggerak penguatan SDM demi mendongkrak daya saing institusi di level nasional.