Abi Umroh Mahasiswa UMS Terpilih DPRemaja 4.0 Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 20:45 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001386570.jpg
Abi Umaroh mahasiswa FIP UMS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum UMS, resmi terpilih sebagai peserta Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja) 4.0 yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC).

Abi, yang juga penerima Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen, berhasil lolos seleksi ketat tingkat nasional. Dari total 1.463 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 11 orang muda yang terpilih, dan Abi menjadi salah satu wakil untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah (Semarang-Solo Raya).

Advokasi Kebijakan Kesehatan

Keterlibatan Abi dalam program ini merupakan bentuk komitmennya mengintegrasikan kajian akademik hukum dengan praktik advokasi kebijakan publik, khususnya di sektor kesehatan.

“Sebagai mahasiswa FHIP UMS, saya melihat pentingnya peran orang muda dalam mengawal implementasi kebijakan kesehatan, terutama terkait pengendalian tembakau. Program ini menjadi ruang strategis untuk berkontribusi nyata di daerah,” ujar Abi saat diwawancarai, Jumat (20/2/2026).

DPRemaja 4.0 sendiri berfokus pada penguatan kapasitas advokasi terkait implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta pelaksanaan PP Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan turunan dari UU Kesehatan.

Bimbingan Teknis di Jakarta

Sebelum terjun ke lapangan, Abi telah mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis (BIMTEK) di Jakarta pada 10–13 Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia dibekali berbagai materi strategis, mulai dari penyusunan policy brief, pemetaan aktor kebijakan, hingga simulasi advokasi berbasis studi kasus.

Pasca BIMTEK, Abi memiliki misi khusus di wilayah Semarang-Solo Raya, yaitu:
* Edukasi Publik: Mensosialisasikan bahaya produk tembakau bagi remaja.
* Literasi Kebijakan: Mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya Kawasan Tanpa Rokok.
* Kolaborasi Strategis: Membangun sinergi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan institusi pendidikan.

Peran Mahasiswa UMS

Capaian ini semakin mempertegas peran aktif mahasiswa UMS dalam ruang advokasi kebijakan publik di tingkat nasional. Melalui Abi Umaroh, UMS membuktikan komitmennya dalam melahirkan generasi muda yang kritis dan solutif terhadap tantangan demokrasi serta kesehatan di Indonesia.
“Pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar berdampak pada perlindungan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.