Home SOLOPOLITAN Menko PMK Akui Pemer...

Menko PMK Akui Pemerintah Dilema Atas Kebijakan Pandemi, Ingatkan 3M dan 3T

Kusumawati - Jumat, 19 Februari 2021 pukul 21.05
Sosialisasi kebijakan pemerintah soal mengatasi pandemi bersama Menteri PMK Muhadjir Effendy di UMS Sukoharjo Sosialisasi kebijakan pemerintah soal mengatasi pandemi bersama Menteri PMK Muhadjir Effendy di UMS Sukoharjo (sumber: Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengakui pemerintah sulit mengambil kebijakan dimasa pandemi.

"Penanggulangan Covid-19 ini sebetulnya penuh dilema. Di satu sisi, setiap orang harus dibatasi kontaknya dengan orang lain guna menghindarkan penyebaran virus. Di sisi lain, hal itu membawa konsekuensi yang sangat luas."kata Muhadjir Effendy saat hadir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada, Jumat 19 Februari 2021.

Ia mencontohkan dalam bidang pendidikan yang mana aktifitas belajar tatap muka terpaksa harus diganti dengan pembelajaran jarak jauh.

Memang ada aspek positifnya, yakni di sebagian wilayah Indonesia akhirnya siswa hijrah ke belajar secara elektronik menggunakan teknologi industri 4.0.

Walau begitu Muhadjir juga tak menampik bahwa tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran secara elektronik tersebut lantaran tidak memiliki gawai dan tidak tersedianya sinyal seluler.

"Walaupun vaksinasi sudah mulai dilakukan secara nasional, tapi kita tidak boleh lengah dan harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Salah satunya kata Muhadjir yakni tetap menerapkan perilaku 3 M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Juga 3 T (Testing, Tracking, Treatment)," Tandas Mentri dalam acara webinar yang bertajuk, “Kebijakan Pemerintah dalam Pencegahan, Penanggulangan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Vaksinasi Nasional”.

Webinar yang digelar UMS tersebut juga dihadiri Rektor UMS Prof Sofyan Anif, dengan diikuti 398. 358 peserta melalui Zoom dan 40 orang di lokasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan Testing yang berarti peningkatan kapasitas testing dan kecepatan hasil diketahui. Kemudian Tracing yakni melakukan pelacakan dan penyelidikan epidemiologi kasus konfirmasi dan kontak eratnya. Dan untuk Treatment yang dilakukan yakni dengan cara isolasi dan karantina mandiri atau terpusat. PSBB, dan PPKM. Selain itu, kata dia upaya lain yang sedang dilakukan pemerintah yakni melakukan vaksinasi secara massal guna membentuk kekebalan kelompok.

Saat ini kata Muhadjir, dalam melawan Covid-19 pemerintah berupaya keras untuk menyelamatkan warganya dari ancaman Covid-19. Namun di sisi lain pemerintah juga berusaha agar perekonomian di Indonesia ini tidak sampai berhenti. Maka dari itu, sambungnya, pemerintayh telah menyediakan jejaring pengaman sosial untuk membantu masyarakat bertahan dalam situasi yang sulit ini.

Melalu Kemenko PMK ia memastikan bahwa bantuan-bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 itu tepat sasaran. “Saya pastikan bantuan itu jatuh pada orang yang tepat yakni masyarakat yang betul-betul terdampak Covid-19” tegasnya.